Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Anggota DPRD Medan akan Perjuangkan Honor Guru Sekolah Minggu dari Pemko Rp 3 Juta Setahun

- Kamis, 03 Agustus 2017 10:32 WIB
701 view
Medan (SIB) -Anggota DPRD Medan Drs Godfried Effendi Lubis MM mengatakan, gereja selalu memberi anggaran paling kecil untuk program Sekolah Minggu.
Anggaran kaum bapak, kaum ibu dan naposobulung (pemuda)  sangat cukup. Padahal guru sekolah minggu penyumbang generasi muda yang berkarakter dan beriman, namun anggarannya tidak masuk nominasi di gereja.

Hal itu diungkapkannya ketika menjadi pembicara pada  sosialisasi dan pembinaan kepada guru-guru sekolah minggu, Selasa (1/8) di Hotel Soechi Jalan Cirebon Medan yang dihadiri 400 orang guru sekolah minggu dari Medan Utara.  Dikatakannya, mengajar anak sekolah minggu tidak mudah, karena kebanyakan dari anak-anak itu berusia balita, murid PAUD, TK sampai SD.  Tapi para guru sekolah minggu harus menempah anak-anak dengan pelajaran agama sehingga mereka mengenal firman dan Tuhan Yesus," ucapnya.

Selaku anak Pendeta dan sebagian besar hidupnya berada di lingkungan gereja, Godfried Lubis mengaku paham betul bagaimana kondisi para guru sekolah minggu mengabdikan diri untuk anak-anak. Disebutkannya, 80 persen guru sekolah minggu adalah wanita, karena lebih dekat dengan anak-anak. "Tugas mereka tidak hanya mengajarkan firman, membujuk anak-anak yang menangis, tidak mau masuk gereja, sampai mengantarkan  anak-anak ke toilet karena buang air di celana dan membersihkan ingus  sudah menjadi tugas rutin guru sekolah minggu setiap minggu," tuturnya.

Politisi P Gerindra ini menjelaskan, guru sekolah minggu yang membuat kegiatan, tapi yang menjadi panitia pelaksana bukan dari guru sekolah minggu. Padahal para gurulah yang paham tentang anak-anak sekolah minggu. Maka dia menyarankan, perlu disiasati bagaimana anggaran sekolah minggu sejajar dengan anggaran lainnya, kemudian mengundang partisipasi eksternal, diyakini orang tua anak tidak akan keberatan meluangkan dana untuk pembinaan anak-anak mereka.

Melihat kondisi para guru sekolah minggu, maka tergeraklah hatinya bersama anak-anak Tuhan yang duduk di DPRD Medan memperjuangkan honor guru sekolah minggu yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Waktu itu masih untuk 600 guru sekolah minggu, sudah termasuk Protestan dan Katolik sebesar Rp 1,8 juta per tahun untuk 1 orang guru sekolah minggu. Anggaran ini kemudian dinaikkan menjadi Rp 7,4 miliar untuk 3000 orang guru sekolah minggu,  per guru sekolah minggu mendapat Rp 2,4 juta dan dibayar per semester (per 6 bulan).

"Kami akan berjuang menaikkan honor guru sekolah minggu dari Rp 2,4 menjadi Rp 3 juta. Akan kami usulkan di banggar pada pembahasan P-APBD nanti. Untuk petugas kebersihan sudah dianggarkan Rp 2,4 juta per orang untuk 300 orang. Sedangkan yang masih diperjuangkan adalah honor para sintua gereja/penetua/pertua atau ketua lingkungan bagi Katolik," terang Godfried.

Turut hadir Kabag Bimmas Kristen Kementerian Agama Kota Medan Drs Endi Simanjuntak, Kabid Sosial dan Pendidikan Sekdakota Medan Drs Raja Nasution MSi, Ketua PGI-D Kota Medan Pdt Martin Manullang MM dan petugas dari PT Bank Sumut yang menerangkan prosedural pencairan honor guru sekolah minggu. (A10/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru