Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Jaintan Sianturi Asal Dairi Dibacok Belasan Preman di Lahan Garapan

- Jumat, 04 Agustus 2017 12:56 WIB
605 view
Medan (SIB) -Jaintan Sianturi (66) warga asal Sidikalang, Dairi, yang kini berdomisili di rumah anaknya Jalan Satria Ujung Pasar 3 Tembung Desa Datuk Kabu, Percut Sei Tuan, dibacok belasan preman, Senin (31/7) malam.

Anak korban, Banje Tua Sianturi (30) ketika diwawancarai SIB di kantor polisi, Rabu (3/8) siang mengungkapkan, ia mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan setelah ayahnya dianiaya belasan preman untuk kedua kalinya. Selain itu ia juga hendak menemui penyidik yang menangani kasus pertama saat  ayahnya dibacok preman.

"Kejadian penikaman dan pembacokan terhadap ayah saya sudah dua kali terjadi. Penganiayaan pertama terhadap ayah saya terjadi pertengahan Juli lalu. Saat itu ayah saya seorang diri di dalam rumah menonton televisi. Tiba-tiba tujuh pria di antaranya W, Pa, I, Pe dan tiga lagi namanya tidak tahu, langsung masuk ke dalam rumah sembari menenteng klewang," ujarnya.

Korban terkejut dan mengatakan kenapa masuk ke dalam rumah tanpa permisi. Para pelaku saat itu meminta pisang yang ada di kebun belakang rumah. Namun korban mengatakan tidak ada buah pisang di pokoknya, serta menyarankan pelaku melihat langsung supaya percaya. Akhirnya pelaku meminta uang kepada korban, namun pria tua itu mengatakan tidak ada, sebab ia diberi uang oleh anak-anaknya untuk keperluan lain.

"Para pelaku langsung emosi dan menikam serta membacok kepala, tangan dan kaki korban hingga bersimbah darah. Pelaku juga merusak seluruh perabotan di dalam rumah. Selanjutnya pelaku menyeret ayah saya keluar rumah. Warga yang melihat kejadian itu justru diancam jika ikut campur. Setelah itu pelaku meninggalkan lokasi. Saya saat itu sedang bekerja, tiba-tiba ditelepon warga guna memberitahukan kejadian tersebut. Tak lama saya pulang ke rumah dan membawa ayah saya ke rumah sakit, selanjutnya ke kantor polisi untuk membuat laporan," katanya.

Lanjut anak korban, pada Senin (31/7) sekira pukul 23.00 WIB, Jaintan pergi ke warung yang berjarak 100 meter dari rumah anaknya. Saat melintas di depan Pos, belasan pelaku langsung menikam dan membacoknya. Seketika itu juga korban tak sadarkan diri akibat luka tikaman di bagian paha, dada kanan dan dibacok di bagian kepala serta punggung. Warga yang melihat kejadian memberitahukan peristiwa itu kepada anak korban.

"Saya kemudian membawa ayah saya ke RSU dr Pirngadi Medan untuk mendapat perawatan intensif. Saat itu ayah saya mendapat puluhan jahitan. Karena ketiadaan biaya, saya membawa ayah pulang ke rumah untuk berobat jalan. Belum lama ini, I datang ke rumah dan bertemu dengan istri saya untuk mengatakan berdamai terkait permasalahan pertama. Namun istri saya mengatakan, kalau berdamai ke kantor polisi, sebab kejadian penganiayaan itu sudah dua kali terjadi. I tiba-tiba mengakui telah menikam dan membacok ayah saya. Setelah itu pelaku meninggalkan rumah," ucapnya.

Selanjutnya awak media berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Philip Antonio Purba SH. Kanit langsung menanggapinya dengan memintai keterangan anak korban. Kemudian Kanit mengumpulkan seluruh personil Reskrim di Mako. Setelah diberi pengarahan, belasan personil Reskrim bersenjata lengkap langsung menuju lokasi kejadian guna meringkus para pelaku yang sudah diketahui identitasnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK didampingi Kanit Reskrim ketika dikonfirmasi mengatakan, dari pengakuan anak korban, sejumlah orang yang diduga pelaku penganiayaan itu berkumpul di rumah korban sembari menenteng senjata tajam.

"Anggota kita ke lokasi untuk menangkap sejumlah orang yang menenteng senjata tajam. Nanti kita kenakan dulu Pasal Undang-Undang Daruratnya, baru kita kembangkan ke pelaku penganiayaan," tegasnya. (A16/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru