Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Masih Ada Tindak Kekerasan Dialami Siswa SD di Medan

* Persoalannya Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan
- Sabtu, 05 Agustus 2017 14:03 WIB
363 view
Medan (SIB)- Kekerasan fisik maupun non fisik terhadap siswa SD masih saja terjadi. Kali ini dua pelajar SD mengalami hal serupa dari guru pengajar di sekolahnya. Satu di antaranya adalah AHS. Siswa kelas V di Yayasan Pendidikan Swasta Parulian A Jalan Turi Medan ini mendapatkan kekerasan dari wali kelasnya hanya karena hal sepele pada Rabu (26/7).

Sang guru yang diketahui bernama Arifin Turnip itu tega melakban mulut muridnya itu selama hampir 30 menit karena AHS dianggap melakukan keributan di kelas.

Anak lainnya yang mengalami kekerasan adalah MH (10), siswa SD Yayasan Perguruan Al Falah Jalan Juanda Baru Gang Warni Sukaraja Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun. Hanya gara-gara tak memasang simbol atau atribut sekolah, baju seragam yang dipakai MH dicoreng tanda silang oleh guru olahraga.

Orangtua MH yaitu Budi Baharyo warga Brigjen Katamso Dalam No 27 G Lingkungan 8 Kelurahan Aur Medan Maimun menceritakan, saat itu putrinya baru sampai di sekolah. Lalu sang guru olahraga melihat putrinya tidak mengenakan simbol.  "Memang anak saya tidak memakai simbol lantaran pakaian seragamnya masih baru. Hanya gara-gara itu si guru langsung mencoret silang  di baju anak saya," sebut Budi, Rabu (2/8).

Kejadian itu pun baru diketahui Budi Baharyo ketika anaknya baru pulang sekolah pada Selasa (1/8). Dengan rasa ketakutan, sang putri menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. Anak saya seperti ketakutan gitu jadinya. Dengan peristiwa ini, saya sangat kecewa dengan kinerja sang guru. Padahal selama ini, putri saya tidak ada masalah dalam hal kelakuan maupun nilai. "Tidak ada imbauan sebelumnya, kan bisa dilakukan dengan cara musyawarah. Psikis anak saya jadi trauma," jelas  Budi Baharyo.

Dia mengharapkan, hal yang serupa tidak terjadi lagi terhadap anak-anak lainnya. "Dinas Pendidikan agar selalu meninjau tiap-tiap sekolah. Kalau seperti ini psikologis anak saya terganggu. Saya terpaksa menyemangatinya lagi agar dia tidak trauma. Saya mohon pihak sekolah manapun jangan pernah mengintimidasi murid," ujarnya.

Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Swasta Parulian A Melola Hutabarat ketika dikonfirmasi mengakui, kejadian mulut siswanya dilakban benar adanya. Namun persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan.  "Sudah ketemu kok pihak sekolah dengan orangtua murid, sudah maaf-maafan," ungkapnya.
Dia mengatakan lagi, pihak sekolah sudah memberi teguran keras terhadap guru yang bersangkutan. "Padahal sudah kita imbau sebelumnya kepada guru-guru jangan main fisik terhadap murid," kata dia.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terhadap Kepala Sekolah  SD Yayasan Perguruan Al Falah, Syahrial tidak ada di tempat. "Kepala Sekolah SD tidak ada, lagi keluar kota," kata Kepala Sekolah SMP Yayasan Perguruan Al Falah, Mardiah.

Mardiah juga mengatakan, pihak orangtua murid  dengan guru bersangkutan telah menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. "Kami pihak sekolah sudah minta maaf, dan keluarga murid juga sudah menerima permohonan maaf kami. Untuk guru itu sendiri biar nanti kepala sekolah SD yang memberi teguran," sebut Mardiah.  (A18/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru