Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Prof Dr Ir Elisa Julianti MSi: NASA Pilih Ubi Jalar Indonesia untuk Menu Makan Astronot

- Selasa, 08 Agustus 2017 17:20 WIB
609 view
Medan (SIB)- Prof Dr Ir Elisa Julianti MSi mengatakan, Indonesia harus memberdayakan ubi-ubian untuk mendukung ketahananan pangan. Ubi-ubian lokal dari Indonesia memiliki kandungan gizi maksimal. Bahkan National Aeronautics and Space Administration (Badan Antariksa Amerika Serikat/NASA) telah memilih ubi jalar sebagai salah satu kandidat tanaman yang akan ditanam dan dapat dijadikan sebagai bagian dari menu astronot. "Ubi jalar dipilih karena keunikan  bentuk dan nilai gizinya," ujar lulusan Doktor di Institut Pertanian Bogor itu didampingi ilmuwan perempuan Kristen Nora Limbong.

Sebelumnya, paparan tersebut di atas disampaikannya pada sidang terbuka dalam pengukuhan jabatan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara di Gelanggang Mahasiswa, Jalan Universitas Kampus USU Medan, Senin (31/7). Pengukuhan dilakukan Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu MHum.

Hasil penelitian Elisa Julianti tentang ubi-ubian tersebut dituangkan dalam pidato Peran Teknologi Pengolahan dalam Pengembangan Produk Pangan Fungsional Berbasis Ubi-ubian Lokal dan menyimpulkan bahwa ubi merupakan sumber energi dalam bentuk karbohidrat. Energi yang berasal dari ubi-ubian hanya sepertiga dari energi yang berasal dari biji-bijian seperti beras dan gandum tapi kandungan protein pada ubi-ubian berkisar 1-2 persen, tetapi asam amino metionin dan sistein menjadi basam amino pembatas.

Ia menyebut ubi kayu, ubi jalar, ubi talas dan garut sebagai komoditas makanan sehat seiring meningkatnya konsumsi makanan berbasis terigu di kalangan masyarakat serta kelahiran konsep pangan fungsional.

Konsep tersebut, lanjutnya merujuk pada jenis pangan dan minuman yang memiliki nilai tambah dan keuntungan positif dalam menekan risiko kesehatan, di luar peran zat-zat gizi secara tradisional.

Ubi-ubian dapat diolah menjadi bentuk tepung dan pati yang selanjutnya digunakan sebagai alternatif terigu pada produk makanan berbasis terigu, seperti mi dan roti.

Teknologi pengolahan tepung dan pati juga sudah dikenal luas masyarakat, baik pada skala rumah tangga, industri kecil, maupun menengah ke atas.
Guru besar lainnya adalah Prof Dr dr Dharma Lindarto SpPD K-EMD untuk bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran.

Dharma Lindarto menyoroti pengaruh obesitas terhadap penyakit kardiometabolik. Di Indonesia, jumlah kejadian obesitas laki-laki dewasa tahun 2013 sebanyak 19,7 persen dan  perempuan dewasa sebesar 32,9 persen. Keduanya  meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu hal yang ia sampaikan terkait pengobatan. "Bisa secara tersendiri, bisa juga secara kombinasi," tuturnya. Pilihan terapi mencakup nonfarmakologis, diet, aktivitas fisik, kognitif dan perilaku, farmakoterapi (obat-obatan) sampai prosedur endoskopi dan pembedahan.

Rektor USU dalam sambutannya mengatakan pihaknya optimis mencapai target jumlah guru besar di tahun ini. Pasalnya, terhitung sejak awal 2017, USU telah mengangkat tujuh guru besar dari beragam fakultas. Sementara saat ini, masih ada 14 staf pengajar sedang menjalani proses usulan guru besar di Kemenristekdikti. "Kita targetkan pengangkatan 10 guru besar tiap tahunnya. Tahun lalu, target ini tercapai. Kami optimis tahun ini juga demikian," ucapnya.
Ia menambahkan, hingga kini USU sudah mengukuhkan 160 guru besar tetap. Kedepannya, dewan guru besar diharapkan dapat menjadi wadah memberikan penilaian etika dan integritas bagi civitas akademika. Ia juga mengimbau para guru besar dapat menghasilkan karya-karya besar demi meningkatkan nama baik dan peringkat bagi USU, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Tak hanya di lingkup guru besar, pengembangan sumber daya manusia yang dijadikan prioritas jajaran pimpinan USU juga merambah ke ranah ketersediaan tenaga pengajar.

Dalam waktu dekat, USU gencar merekrut dosen. "Kita membuka kesempatan bagi 100 orang untuk diterima sebagai dosen tidak tetap. "Ini lakukan untuk menjaga agar rasio dosen dan mahasiswa tetap seimbang," imbuhnya. (Rel/R10/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok