Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Pemko dan Pemprovsu Harus Secepatnya Perbaiki Parit dan Jalan Rusak di Medan Labuhan

- Rabu, 09 Agustus 2017 14:41 WIB
356 view
Medan (SIB)- Sikap protes warga Kelurahan Martubung dan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan yang melakukan aksi pemblokiran  jalan merupakan eskses dari ketidakpuasan masyarakat terhadap Pemko Medan maupun Pemprovsu. Soalnya sudah berulangkali disampaikan persoalan kerusakan infrastruktur di sana, namun belum ada respon.

Saluran parit yang rusak dituding masyarakat menjadi penyebab terjadinya penyakit diare karena air yang kotor meluap membanjiri rumah warga saat banjir. "Bahkan warga menjadi korban diare yang akhirnya meninggal dunia", ujar Ketua Komisi D DPRD Medan, Ir Sahat Simbolon, Selasa (8/8) di ruang kerjanya.
Disebutkannya, parit yang rusak apalagi sudah mengganggu kenyamanan warga harus segera diperbaiki pemerintah, apakah itu Pemko Medan atau Pemprovsu. Masyarakat sudah merasa kesal dengan tidak adanya perbaikan jalan dan parit sehingga mereka melakukan aksi pemblokiran jalan. "Harus dimaklumi juga, warga merasa kesal karena ada dua warga mereka yang meninggal terserang diare akibat air kotor yang kerap menggenangi rumah mereka. Bukan hanya diare, namun juga penyakit gatal-gatal dan sakit perut menyerang warga", ucapnya.

Ditambahkan Sahat, di Pemko Medan sendiri sudah disiapkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan dan saat ini sedang dikerjakan di kecamatan-kecamatan dan sudah berjalan 60 persen. Dalam Musrenbang sudah ada usulan jalan yang akan diperbaiki, namun ada skala prioritas dalam pembangunannya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Medan Maruli Tua Tarigan yang ditemui SIB secara terpisah. Disebutkannya pemerintah baik itu Pemko Medan ataupun Pemprovsu harus segera  memerbaiki infrastruktur yang rusak parah. "Jangan gara-gara prosedur yang berbelit, membuat perbaikan jalan tertunda. Masyarakat mengharapkan adanya pelayanan prima dari pemerintah, termasuk perbaikan jalan dan parit yang sudah rusak", ucap Tarigan.

Terlepas dari perbaikan jalan itu proyek siapa, Pemko dan Pemprovsu kata dia harus  koordinasi agar masyarakat bisa menikmati hasilnya. Parit yang rusak mengakibatkan meluapnya air kotor ke rumah-rumah warga. Hal itu membawa bibit penyakit yang akhirnya membuat ada warga yang jadi korban hingga meninggal dunia. Dinas PU Medan harus berkoordinasi dengan Dinas PU Sumut untuk memerbaiki parit dan jalan yang rusak, ujarnya lagi.

Sementara itu, warga  Kelurahan Pekan Labuhan serta Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan masih melakukan pemblokiran Jalan Titi Pahlawan serta 2 jalan alternatif lain, Selasa (8/8). Akibatnya, seluruh truk kontainer menuju atau keluar dari gudang penyimpanan barang di kawasan Marelan terpaksa beralih menempuh jarak cukup jauh  melalui Jalan Titipapan, Medan Deli.

Sementara itu, puluhan warga tampak menggelar tikar dan terpal di badan jalan, mereka duduk dan tiduran sedangkan beberapa warga lainnya menghempang sejumlah pengendara sepeda motor yang berupaya menerobos batang pohon serta pot bunga yang digunakan untuk memblokir Jalan Titi Pahlawan.

Sejumlah ibu rumah tangga yang membawa kompor gas terlihat memasak mi instan untuk makan siang warga yang ikut aksi pemblokiran.
"Kami akan terus melakukan pemblokiran sampai dilakukan perbaikan jalan, parit dan penyedotan genangan air limbah. Sudah banyak anak-anak bahkan orang dewasa yang terserang penyakit gatal-gatal. Apalagi kemarin, dua tetangga kami meninggal, katanya karena diare," ujar Jumiati, salah seorang ibu rumah tangga yang turut dalam aksi pemblokiran itu. (A13/A8/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok