Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Pelayanan RS Pirngadi Tidak Maksimal, Banyak Peralatan Medis yang "Berumur"

- Rabu, 09 Agustus 2017 15:16 WIB
362 view
Medan (SIB)- Tidak maksimalnya pelayanan kesehatan di RS Pirngadi, tidak terlepas dari terbatasnya peralatan medis yang dimiliki dan banyak yang sudah "berumur."

Demikian diungkapkan Plt Dirut Pirngadi Medan Edwin Effendi kepada anggota Komisi B DPRD Medan saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke RS milik Pemko Medan itu, Senin (7/8).

Disebutkan Edwin, kendala lainnya adalah ketersediaan obat-obatan yang kurang. Akibatnya, penghasilan yang diperoleh RS Pirngadi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) sebagian besar digunakan untuk pemeliharaan alat kesehatan.

"Untuk itu saya sampaikan di sini agar ada bantuan dari Komisi B untuk memperhatikan persoalan ketersediaan peralatan kesehatan dan obat-obatan," ujarnya.

Kekurangan alat medik itu terutama untuk penyakit spesialisasi yakni penyakit dalam, kebidanan dan untuk penyakit anak. Padahal, alat-alat tersebut diperlukan terus pemutakhiran untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sehingga untuk mensiasati pelayanan terhadap masyarakat itu, lanjut Edwin, pihaknya melakukan rujukan parsial ke rumah sakit swasta yang memiliki alat kesehatan yang lebih lengkap.

"Dengan melakukan rujukan parsial itu membuat pendapatan dari RS Pirngadi menjadi berkurang," sebutnya seraya menyatakan kekurangan alat medik sangat berpengaruh dalam upaya RS milik Pemko Medan ini memperoleh target pendapatan sebesar Rp 206 miliar pada tahun 2017. Sebab, hingga Juni 2017, pendapatan RS itu baru sebesar 37 persen.

Padahal, menurutnya sumber pendapatan dominan diperoleh dari kerjasama dengan BPJS. "Hampir 80 persen pendapatan kami ditopang dengan BPJS. Namun dengan kondisi alat medik yang tidak memadai membuat banyak dana yang dihasilkan itu untuk pemeliharaan alat medik," ucapnya sembari menyebutkan sedikitnya membutuhkan Rp 70 miliar untuk melakukan pemutakhiran alat-alat medik di rumah sakit itu.

Menyikapi keluhan itu, Ketua Komisi B Maruli Tua Tarigan serta anggota komisi lainnya seperti HM Yusuf, Edward Hutabarat serta Wong Chun Sen sependapat untuk melakukan pembahasan di DPRD Medan guna melakukan penambahan alokasi anggaran ke RS Pirngadi Medan. (A13/l)

 


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru