Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Anak Pengusaha dan Oknum Kapolsek Disebut-sebut Masuk SMAN 1 Medan dengan Fasilitas Siswa Miskin

* Kadisdiksu: Ada Oknum Tidak Bertanggung-jawab
- Kamis, 10 Agustus 2017 14:39 WIB
445 view
Medan (SIB)- Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Arsyad Lubis angkat bicara menyikapi temuan adanya anak pengusaha dan Kapolsek yang disebut-sebut masuk sekolah favorit SMA Negeri 1 Medan menggunakan jalur Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) atau fasilitas yang dikhususkan bagi siswa dari keluarga ekonomi kurang mampu dengan surat miskin.

Arsyad mengklaim pihaknya sudah bekerja sesuai peraturan yang berlaku. "Dari awal sudah kita lakukan dengan ketat supaya jangan ada penyimpangan yang seperti ini," ujar dia lewat telepon seluler, Rabu (9/8).

Selama ini, kata dia, pihaknya telah memercayai suatu instansi yaitu dinas sosial kabupaten/kota untuk mengeluarkan surat miskin untuk keluarga atau masyarakat yang ingin masuk lewat jalur RMP. "Kita memercayai dinas sosial, nah kalau terjadi kasus ini, ada dugaan orang yang tidak tanggungjawab mengeluarkan surat miskin," ungkapnya.

Dinas pendidikan sendiri, sambung dia, hanya menerima surat administrasi dari keluarga para siswa tersebut. "Secara administrasi tidak ada yang salah untuk masuk lewat jalur tersebut," ujarnya.

Untuk ke depannya, sebut Kadis, pihaknya akan melakukan peraturan baru agar tidak terjadi lagi hal yang serupa seperti ini. "Lebih ketat lagi. Siapa yang mendaftar lewat RMP akan dicek rumahnya," tegas Arsyad.

Ketika disinggung adanya dugaan oknum di Dinas Pendidikan Sumut yang terlibat dalam kasus ini, dia menyebutkan akan melakukan tindakan. "Kalau dari kita sendiri sudah sangat ketat, tapi kalau memang ada yang terlibat pasti ada sanksi untuk oknum itu," ujar Arsyad berjanji.

Sementara itu, Humas SMA Negeri 1 Medan B Agus berdalih pihaknya hanya menginput data siswa sesuai surat rekomendasi. "Kalau dari administrasi kedua siswa itu sah," jawabnya.

Lanjut dia, keluarnya surat miskin sebagai salah satu syarat masuk SMA Negeri 1 Medan dengan jalur RMP diindikasikan karena adanya kerjasama oknum tingkat kelurahan maupun dinas sosial. "Kenapa surat itu keluar? Pasti ada indikasi kerjasama," ungkapnya.

Kejadian seperti ini diakui Agus sangat merusak peraturan gubernur yang sudah diberlakukan. "Ini pembelajaran bagi kita. Ini sangat merusak sistem pendidikan yang ada," sebut B Agus.

Dia menyebutkan, SMA Negeri 1 Medan sendiri sangat mendukung program Gubsu HT Erry Nuradi terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang salah satunya yaitu jalur penerimaan lewat RMP. "Kita sangat apresiasi program ini, program ini sangat bagus. Karena itulah jangan sampai program gubernur ini dirusak oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab. Orang kaya kok dibilang orang miskin," ujar dia sambil tersenyum.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 1 Medan, Sabar, meminta agar pemerintah serius menanggapi kasus ini, agar kasus serupa tidak terulang lagi ke depannya. "Surat muskin itu keluar dari lurah, terus dari lurah ke dinas sosial. Lurahnya harus dipanggil," jelas dia.

Menurut informasi yang diterima, orang yang diduga menyalahkan jalur tersebut adalah keluarga berinisial "YA" yang dikenal sebagai pengusaha event organizer dan keluarga AKP "MN" yang merupakan seorang Kapolsek. (A18/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok