Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Ketua DPD ISKA Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM

Cegah Anti Pancasila, ISKA Sumut Tegaskan Pentingnya Ideologi Pancasila dalam Berbangsa dan Bernegara

- Senin, 21 Agustus 2017 11:48 WIB
372 view
Medan (SIB)-  Ketua Umun DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumatera Utara Drs Hendrik H Sitompul MM mengatakan pentingnya menerapkan spirit Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena saat ini bangsa Indonesia menghadapi kelompok berupaya melumpuhkan Pancasila yang sudah 72 tahun menyangga kemerdekaan. "Sejumlah organisasi yang bersikap intoleran terus menyebarkan ideologi anti Pancasila untuk menggeser dasar serta falsafah negara kita. Kondisi ini berkelindan (menyatu) dengan rupa-rupa kasus seperti korupsi, penyalahgunaan narkoba, terorisme, dan masalah kemiskinan," kata Hendrik, Minggu (20/ 8) kepada wartawan, berkaitan dengan HUT RI ke-72 yang berlangsung Kamis, 17 Agustus 2017.

Dia menyatakan betapa pentingnya falsafah Pancasila dan konsep Bhinneka Tunggal Ika. Apalagi saat ini bangsa Indonesia menghadapi kelompok yang berupaya melumpuhkan Pancasila, yang telah 72 tahun menyangga kemerdekaan. Sejumlah organisasi yang bersikap intoleran tersebut terus menyebarkan ideologi anti-Pancasila. ISKA, kata Hendrik, menyerukan perayaan kemerdekaan yang penuh dengan kegembiraan ini harus menguatkan komitmen berbangsa yang menjunjung tinggi perbedaan.

"Pancasila tak akan berbunyi bila hanya menjadi mantra tanpa diimplementasikan dalam kehidupan seharihari." Dia mencontohkan, peran ISKA menggerakkan remaja Indonesia melalui aktivitas sekolah kebangsaan. Lebih dari seribu remaja dari berbagai sekolah mendapat pelatihan mencintai dan membela Negara yang menjadi salah satu kontribusi ISKA di HUT RI. "Salah satu cara termudah menyerukan pentingnya mencintai dan membela negara adalah melalui belajar beroganisasi," ujarnya.

Alumni PPRA 52 Lemhamnas RI ini menjelaskan, Indonesia lahir sebagai bangsa heterogen. Sejarah mencatat bahwa Hindu, Cina, Arab dan Eropa turut mewarnai sejarah bangsa. Kebhinekaan adalah keniscayaan sekaligus warisan yang tidak boleh dinodai dengan kegiatankegiatan intoleransi. Pada pekan lalu juga, Konferensi Waligereja Indonesia menggelar Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia bertajuk Revitalisasi Pancasila. "Konferensi itu bertujuan membangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia bahwa Pancasila dan keadilan sosial harus kembali menjadi tujuan pembangunan. HUT RI ke-72 layak dimaknai sebagai momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali memelihara api Pancasila sebagai sumber spirit kemerdekaan," tegas Hendrik. (A10/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok