Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Ramai Dikeluhkan Masyarakat

Anggota DPRD Deliserdang Anggap Proyek Parit Ganggu Perekonomian Warga Lubukpakam

- Selasa, 22 Agustus 2017 12:24 WIB
403 view
Anggota DPRD Deliserdang Anggap Proyek Parit Ganggu Perekonomian Warga Lubukpakam
SIB/Dok
KEWALAHAN: Seorang warga kewalahan kemudikan sepeda motor akibat alat berat menggunakan badan jalan negara untuk mengeruk parit, Foto dipetik Senin (21/8) pagi di Lubukpakam.
Lubukpakam (SIB)- Lambatnya pengerjaan proyek perbaikan parit di tepi jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Lubukpakam yang dikeluhkan warga dinilai telah merugikan perekonomian masyarakat. Hal itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Deliserdang Edison Efendy Marpaung SH kepada wartawan, Senin (21/8) di ruang kerjanya di gedung DPRD menanggapi  pemberitaan koran SIB tentang proyek tersebut yang dikeluhkan masyarakat.

Dikatakan, pekerjaan seperti itu sewajarnya dilakukan rencana dan tuntas seefektif mungkin sebab berada di jalan negara dan merupakan inti ibu kota kabupaten. "Benar proyek itu untuk kepentingan masyarakat dan memang kita dukung, cuma kepentingan masyarakat juga harus diperhatikan jangan sampai mengganggu apalagi mengakibatkan melambatnya perputaran ekonomi warga," ungkap Edison yang politisi Partai Demokrat itu.

Menurutnya, jika berlarut-larut pekerjaan itu akan menghambat aktivitas bisnis dan dapat mematikan pelaku bisnis di daerah itu. "Jika suatu pekerjaan ada di inti kota atau di Jalinsum akan berefek simultan, macet di lokasi pekerjaan tetapi di tempat lain akan berpengaruh," ungkap Marpaung.

Dia juga mengakui, kalau masalah prosedur proses pembangunan dan nilai proyek itu, pihaknya tidak dapat mencampuri. "Hanya masalah dampak ke masyarakat saja yang dapat kita komentari, seperti sudah menimbulkan keresahan. Para pegawai yang hendak berangkat ke kawasan perkantoran Pemkab Deliserdang pun kerap terlambat akibat pekerjaan yang menimbulkan kemacetan itu dan pelaku bisnis lainnya," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Deliserdang Folala Gea mengatakan sudah hampir satu bulan parit dikorek dan sebagian sudah dicor beton, tetapi sampai sekarang dibiarkan begitu saja. Sehingga warga kesulitan keluar masuk ke rumahnya dan hasil kerukan terkadang dibiarkan saja di jalan negara itu yang berakibat becek dan mengganggu pengemudi.

Folala juga mengatakan, ada notaris bermarga Tarigan yang mobilnya terkurung di rumah karena tidak bisa keluar akibat pekerjaan itu. Kemudian, ada juga yang terpaksa menitip mobilnya di tempat lain sebab titi di depan rumah mereka sudah dihancurkan tanpa pemberitahuan.

Parahnya lagi, ujar Ketua PWI itu, mulai pengerjaan sampai saat ini tidak ada panduan plank proyek pekerjaan terpampang untuk diketahui publik. Sehingga proyek itu dinilai terkesan misterius dan sepertinya ada kesengajaan tidak menggunakan plank. (C06/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok