Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Pembinaan Remaja Pemuda PGI Kota Medan

Remaja dan Pemuda Kristen Harus Tangguh Hadapi Tantangan

- Selasa, 22 Agustus 2017 13:28 WIB
651 view
Remaja dan Pemuda Kristen Harus Tangguh Hadapi Tantangan
SIB/Evy Daeli
FOTO BERSAMA: Seluruh peserta seminar foto bersama dengan BPH PGI Kota Medan dan Panitia usai seminar di Hotel Grand Antares, Sabtu (19/8).
Medan (SIB)- Seminar pembinaan remaja pemuda Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Daerah Kota Medan (PGI) dengan tema 'Penyalahgunaan Narkotika dan Jejaring Sosial Bagi Remaja Pemuda serta Konsekuensinya' di Hotel Grand Antares Medan, Sabtu (19/8), berlangsung sukses dan meriah.
Pdt Bishop Erwin Tambunan MTh dalam renungan singkatnya mengatakan semua remaja dan pemuda adalah generasi penerus yang Tuhan harapkan menjadi yang terbaik, agar selalu hidup dan berkarakter seturut dengan kehendak Allah.

"Kitab Amsal 10:1 mengajarkan kita bagaimana para remaja dan pemuda memelihara kehidupan yang benar di mata Tuhan. Orang tuamu adalah wakil Tuhan di dunia ini, maka patuhi dan turutilah perintah ayahmu yang selalu menasihatkan kamu agar tidak malas, santai dan menunggu serta nasihat ibumu untuk lepaskan dan jauhkan dirimu dari penyalahgunaan Narkoba dan seks bebas. Karena saat semuanya kau turuti, hidupmu akan berharga di mata Tuhan," jelasnya.

Ketua Panitia, Pdt Halasson Sipahutar MPdK didampingi Pdt Sef Gea STh (Sekretaris) dan Pdt Obet Ginting STh (Bendahara) dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat moral kepribadian remaja untuk tetap mewaspadai diri dari bahaya Narkoba serta menjabarkan tentang klasifikasi dari pada media sosial terhadap perkembangan zaman saat ini.

"Kami berharap melalui seminar ini pemuda dan remaja bisa memahami eksistensi mereka sebagai remaja pemuda gereja untuk bisa menjadi terang dan menjadi berkat dimanapun mereka berada dan juga bisa berhati-hati dalam kehidupan mereka setiap hari," katanya.

Sementara Ketua PGI Kota Medan, Pdt Martin Manullang STh MM, berharap para pemuda dan remaja mampu menjaga diri dari kejahatan Narkoba dan dunia maya.

"Sebagai generasi penerus bangsa, gereja dan keluarga pemuda harus memiliki masa depan yang lebih baik, bersih dari segala kejahatan, dan harus tangguh menghadapi berbagai tantangan dan serangan," katanya

Ia juga mengimbau, kepada orang tua dan gereja agar benar-benar memberikan perhatian khusus bagi para remaja dan pemuda ini untuk bisa dipimpin dan diarahkan ke masa depan yang lebih baik.

"Pencegahan bahaya Narkoba dan Medsos adalah tanggungjawab bersama. Pemuda harus mampu menjadi terang di manapun ia berada," katanya.
Sementara narasumber, Ervina Siahaan seorang psikolog menjelaskan bahwa Narkoba dan media sosial (Medsos) dua hal yang dapat mengubah psikologi seperti perasaan, pikiran dan suasana hati.

Dikatakannya, keputusan untuk memakai atau tidak memakai Narkoba adalah tergantung diri sendiri, bukan orang lain. Jadi jika ingin memiliki masa depan yang lebih baik jauhilah Narkoba.

"Narkoba adalah musuh bersama, maka pemuda dituntut selamatkan negara dan bangsa ini dari serangan Narkoba dengan memberantasnya dari diri sendiri," katanya.

Lanjut Ervina, berbagai alasan disampaikan seseorang memakai Narkoba, di antaranya karena motivasi diri individu, perpecahan dalam keluarga, pengaruh media massa, ekonomi, meningkatnya pengangguran dan sebagainya. Begitu juga dengan banyaknya remaja dan pemuda yang salah menggunakan Medsos. Namun semua itu bisa terhindar jika remaja dan pemuda mau berusaha dan berdoa meminta pertolongan kepada Tuhan. (A21/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok