Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026
Gubsu Sambut Misi Dagang Provinsi Satun Thailand

Konsul RI Gagas Konektivitas Sumut-Satun dengan Feri Roro

- Rabu, 23 Agustus 2017 13:06 WIB
657 view
Konsul RI Gagas Konektivitas Sumut-Satun dengan Feri Roro
SIB/Dok
Kunjungan : Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi berfoto bersama rombongan misi perdagangan dari Provinsi Satun yang dipimpin Wakil Gubernur Satun Thailand, Sr Col Arthit Aroomchoot didampingi Wakil Konsul RI di Songkhla Gamma Arifian Siddik, di Rumah Dinas Gu
Medan (SIB)- Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi MSi menyambut gembira adanya upaya  penigkatan hubungan perdagangan antara Sumut dan Provinsi Satun, Thailand.

Hal itu disampaikannya saat menerima rombongan misi perdagangan Provinsi Satun yang dipimpin Wakil Gubernur Satun , Sr Col Arthit Aroomchoot didampingi Wakil Konsul RI di Songkhla Gamma Arifian Siddik, di Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Selasa (22/8).

Gubsu  menilai, potensi kedua provinsi cukup besar untuk membina hubungan perdagangan dan pariwsata, yang saling menguntungkan dikarenakan kedekatan jarak antara Sumut-Satun.

Dalam kesempatan itu, Gubsu juga menyatakan dukungannya untuk gagasan pembentukan rute pelayaran Feri Roro  antara pelabuhan Belawan-Pelabuhan Tamalang di Satun. "Konektivitas ini akan memberikan peluang besar bagi kedua belah pihak, baik sisi ekonomi, waktu, maupun peluang dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan pariwisata," ucap Erry .

Sementara itu, Wagub Satun Sr Col Arthit Aroomchoot menjelaskan,  kunjungan pihaknya ke Medan, dalam rangka menjajaki potensi pasar bagi berbagai produk olahan makanan dari Provinsi Satun. "Kami ingin melihat potensi di Sumut secara langsung dan bertemu  para pengusaha Sumut. Selain membawa produk contoh dari Thailand,kami juga akan membawa contoh produk Sumut untuk bisa dipasarkan di Thailand," ujar Arthit.

Sebelum bertemu Gubsu, rombongan perwakilan Provinsi Satun sebelumnya menggelar pertemuan dengan para pengusaha retail di Sumut. 
"Kami bermaksud mencari partner perdagangan ekspor impor antara Provinsi Satun dan Sumut," katanya.

Mereka berharap, produk Thailand  diminati di Sumut dan sebaliknya produk Indonesia juga bisa dipasarkan di Thailand. Thailand membutuhkan berbagai produk asal Indonesia khususnya Sumut di antaranya  perikanan.

Wagub Satun ini menjelaskan, pihaknya sudah fokus pada pengembangan berbagai produk olahan makanan dan sudah mengirimkan produk ke berbagai negara. Pihaknya kini sudah mulai memenuhi label halal untuk aneka produk olahan makanan yang diekspor ke berbagai negara muslim.

Selain itu, Arthit juga berharap hubungan di sektor pariwista dapat ditingkatkan melihat potensi yang ada di Sumut cukup besar. "Kami ingin mendorong wisatawan Thailand bisa berkunjung ke Sumut dan juga sebaliknya wisatwan asal Sumut bisa berkunjung ke Satun," katanya.

Wakil Konsul Indonesia di Songkhla Gamma Arifian Siddik  menambahkan, pihaknya menjajaki konektivitas laut Sumut-Satun melalui pelabuhan Belawan- Pelabuhan Tamalang (Satun) dalam rangka menciptakan rute pelayaran dan perdagangan baru. Seperti konektivitas laut Indonesia-Filipina dengan menggunakan Kapal Roro Rute Bitung-Davao/General Santos yang sudah berjalan, maka untuk Indonesia-Thailand konektivitas Belawan-Tamalang menurutnya cukup potensial.

Bila pada Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East Asean Grouth Areal (BIMP-EAGA) sudah melahirkan konektivitas roro Indonesia-Philipina, maka menurut Gamma, untuk The Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) layak digagas hal serupa.

"Inspirasi awal adalah feri roro Bitung -General Santos, kita juga Ingin ada roro Satun-Sumut. Karena secara bilateral dalam rangka IMT GT masih banyak potensi hubungan antara Indonesia Thailand yang belum termanfaatkan. Kalau Indonesia-Malaysia sudah cukup baik, dermikian juga Malaysia-Thailand. Tapi untuk Indonesia-Thailand masih belum," katanya. 

Jika Belawan bisa terhubung dengan Tamalang, kata dia, maka akan meningkatkan hubungan perdagangan maupun arus manusia. Potensinya cukup besar karena jarak Belawan-Tamalang hanya 243 mil laut, sementara Lhoksumawhe-Tamalang 258 mil laut, Langsa-Tamalang 234 mil laut. "Belawan jelas lebih siap dari sisi infrastruktur, selain itu sudah ada riwayat sebelumnya kita pernah punya feri roro Belawan-Pulau Pinang, sehingga mungkin bisa dikembangkan antara Belawan-Tamalang," kata Gamma. (A11/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok