Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Timor Leste Minati Kopi Samosir, Perbarindo Sumut Kembangkan BPR/BPRS ke Dili

- Sabtu, 26 Agustus 2017 16:17 WIB
401 view
Medan (SIB)- Honorary Consul The Democratik Republik of Timor Leste Sumatera Irwansyah SE MM mengatakan, negara yang berada di wilayah barat Nusa Tenggara Timur itu meminati kopi asli Indonesia khususnya dari Samosir. Kopi dari daerah Tapanuli bahkan sudah dikonsumsi Perdana Menteri dan Presiden Timor Leste sejak lama. "Orang Timor Leste itu punya hubungan sangat dekat dengan kopi Samosir karena induk kopi di Timor Leste konon berasal dari sekitar Danau Toba. Duta Besar The Democratik Republik of Timor Leste sudah menjadwalkan turun langsung ke Samosir bersama usahawan," ujarnya di jeda langkah pereformasi pelayanan Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPR/BPRS) yang diadakan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sumut di Karibia Boutique Hotel Medan, Jumat (25/6).

Selain itu, lanjut usahawan muda tersebut, Timor Leste pun sedang memfinalisasi adopsi BPR - mungkin juga dengan CPRS - di Dili. "Saya sudah buat permohonan langsung pada Perbarindo Sumut untuk menjawab tantangan tersebut," tambah Irwansyah. "Tetapi harap jadi perhatian. Meski Timor Leste negara baru tapi soal moneter telah berada di level baik dengan mata uang yang tinggi untuk kawasan ASEAN!"

Ketua DPD Perbarindo Sumut Syafruddin Siregar mengatakan, pihaknya sudah siap 'ekspansi' ke Dili. "Perbarindo Sumut menyadari, pelayanan yang diberikan BPR/BPRS lebih dari apa yang dilakukan perbankan karena sentuhannya adalah hati," ujarnya sambil mencontoh sistem yang diadopsi pihaknya adalah jemput bola dan memanjakan nasabah. "Personel BPR/BPRS itu mendatangi para nasabah. Mulai di tempat mewah hingga di pajak. Kalau di kita, yang namanya pajak kan jauh dari kondisi luks," ujar bankir yang juga atlet beladiri tersebut.

Khusus untuk di Sumut, Syafruddin Siregar menunjuk Undang Undang No.7 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan, BPR diberikan landasan hukum yang jelas sebagai salah satu jenis bank selain bank umum. "Infrastruktur BPR/BPRS masih belum modern dan apa adanya. Untuk itu otoritas dan regulator diharap memberi perhatian lebih pada BPR/BPRS," tambahnya.

Tentang upaya peningkatan kualitas, pihaknya melakukan ragam pendidikan yang mengadopsi. Kali ini mengambil tema Transformasi Digital pada BPR dalam Menghadapi Tantangan Modern menghadirkan pakar internasional IT Sudirman Mina yang Direktur GSI Microsof Indonesia dan Manager PT Logos Teknologi Utama Naga Langit Sihombing, Senior Manager SAM & C Microsof Indonesia Iwan Setiawan Lugiman dan Direktur Solusindo Robert Injaya.

Pelatihan tak semata memperlancar kemahiran dalam hal teknologi tapi juga sharing hal-hal negatif dalam mengadopsi teknologi canggih. "Microsof Indonesia menjamin pengadopsian teknologi canggih berbiaya murah dan mendatangkan banyak keuntungan pada BPR/BPRS," tambah Sudimin Mina yang mengaku punya hubungan emosional pada Medan sebab pernah menetap di ibu kota Sumut tersebut.

Sudirman Mina mengatakan, pihaknya juga campaign mengenai konsep digital transformation dengan penunjukan could solution termasuk solusi bisnis BPR/BPRS yang terintegrasi dengan Office 365, solusiHR BPR yang mengutilisasi teknologi could, juga solusi optimalisasi oeprasional BPR/ BPRS dengan teknologi cloud dan antivirus. "Termasuk terintegrasi dengan sosialisasi lisensi Microsoft yang tepat guna untuk BPR/ BPRS," tutup Sudimin Mina. (R10/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru