Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Perceraian di Lingkungan Gereja Meningkat, Medsos Jangan Dikambinghitamkan

- Senin, 28 Agustus 2017 17:46 WIB
688 view
Perceraian di Lingkungan Gereja Meningkat, Medsos Jangan Dikambinghitamkan
SIB/Dok
KKR PEREMPUAN BERDOA: Pembicara dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Sabtu (26/8) bertema Perempuan Berdoa di antaranya Ev James Ganda Sormin SE dengan ketua Pnt Debora Silitonga Br Lumbantobing dan Bendahara
Medan (SIB) -Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Sabtu (26/8) dipusatkan di kompleks gereja yang berlokasi di Jalan Panglima - Sentosa Medan. Tiga pembicara menyampaikan penyegaran iman berdasar tema Perempuan Berdoa tersebut yakni Ev James Ganda Sormin SE, Ganda Hutabarat MTh dan Ev Lenny Sinaga Boymaw.

Dalam kegiatan yang diadakan Seksi Perempuan dan Seksi Pengabaran Injil GKPI Sentosa itu mengemuka sejumlah persoalan yang bersumber dari perkembangan sosial kemasyarakatan termasuk fenoma media sosial yang kerap diposisikan menimbulkan persoalan negatif. Satu masalah itu adalah meningkatnya angka perceraian di lingkungan warga gereja.

Menyikapi itu, Ev James Ganda Sormin SE mencibir dirinya karena tidak dapat mencegah satu perbuatan yang sangat tidak disukaiNya. "Ada sejumlah nats di Kitab Suci yang menunjukkan betapa Tuhan Allah tidak menyukai perceraian. Tetapi, jika itu terjadi, apa yang harus dilakukan jemaat? Merestui, ikut-ikutan cerai atau menghindari," ujarnya. "Jangan menyalahkan media sosial karena di layanan internet tersebut berdampak negatif!"

Pernyataan tersebut dikemukakannya menjawab pengalaman hidup yang dialami L Br Hutabarat dari GKPI Mandala dan keteguhan sikap Ny Pnt R Lumbantobing dari GKPI Kenangabaru Medan. "Dalam doa saya setiap hari, saya tidak ingin kembali lagi dengan suami yang sudah mencederai pernikahan kami. Sekarang, bantulah saya untuk mengampuni perbuatan suami saya itu," ujar L Br Hutabarat yang disambut riuh massa.

Ev JG Sormin mengungkapkan sejumlah kasus perceraian di lingkungan gereja. Dalam setiap mengisi KKR di banyak tempat, bahkan di pelosok, kasus perceraian dalam gereja didapati dan jumlahnya makin banyak. "Tetapi, apa yang dilakukan perempuan atau pihak yang dirugikan karena perceraian itu? Menikah lagi, pasti Tuhan Allah tak suka," ujarnya.

Ia mengajak massa membuka 1 Yoh 3 : 15 dan Yakobus 1 : 20. Menurutnya, sesuai dengan nats tersebut, siapa yang mencederai pernikahan hukumnya adalah sama seperti zina tapi siapa yang bertahan tidak menikah meski sudah dicederai perceraian, yang bersangkutan berarti 'menikah' dengan Yesus di surga. "Soal hukum gereja dan atau antisipasi agar tidak terjadi perceraian dalam gereja, peran institusi menguatkan iman jemaatnya," tambah Ev JG Sormin.

KKR dengan sistem sharing dan konsultasi psikologis diketuai Pnt Debora Silitonga Br Lumbantobing, Sekretaris Apriwaty Hutagaol Br Sinaga dan Bendahara Renni Marihot Sormin Br Hutabarat itu lebih memberi kesempatan pada peserta untuk menyampaikan uneg-uneg dalam kehidupan rumah tangga.

Tak semua mengalami lara rumah-tangga tapi berujung kebahagiaan seperti dialami Ny Harahap Br Panggabean yang semula sangat takut sebab putranya tidak menikah. Dalam doanya yang diminta adalah menantu yang baik. "Setelah berpuasa dan terus berdoa, Tuhan menjawab doaku," ujar ibu sepuh tersebut.

Atas keteguhan hatinya, Okuli Voice Ministry dari Pematangsiantar menghadiahinya lagu pujian Bapa Terima Kasih. Meski bersuka, si ibu sempat menitikkan air mata ketika mengetahui ada warga gereja yang hanyut dalam ketakutan ketika perceraian menimpa.

Selain itu, 10 penanya terbaik dalam KKR beroleh bingkisan tali asih serta ada 15 peserta yang beruntung dalam lucky draw alat elektronik rumah tangga.
Pnt Debora Silitonga Br Lumbantobing mengatakan, kegiatan rutin diadakan untuk maksud menambah kualitas iman warga gereja khususnya jemaat GKPI Sentosa. "Selain itu, secara rutin diadakan pelatihan kewanitaan dan koor dengan konduktor Apriwaty Sinaga," tutup Renni Marihot Sormin Br Hutabarat. (R10/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru