Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Umat Keuskupan Agung Medan Peringati Hari Ekologi dengan Konsumsi Kuliner Rakyat

- Senin, 28 Agustus 2017 17:48 WIB
836 view
Umat Keuskupan Agung Medan Peringati Hari Ekologi dengan Konsumsi Kuliner Rakyat
SIB/Dok
HARI EKOLOGI : Umat Katolik Keuskupan Agung Medan di Kompleks Gereja St Maria Pintu Surga Sei Agul Medan, Sabtu (26/8) memeringati Hari Ekologi 2017 dengan mengonsumsi kuliner rakyat seperti ubi, pisang dan kacang-kacangan rebus diawali pelatihan Tenaga K
Medan (SIB) -Hari Ekologi yang kerap diperingati pada pekan terakhir Agustus diperingati jemaat Keuskupan Agung Medan (KAM) dengan ragam hal. Sabtu, jemaat Gereja St Maria Pintu Surga Sei Agul Medan memeringati dengan makanan khas yang dihasilkan bumi Indonesia, mulai dari umbi-umbian, kacangkacangan, pisang dan lain sebagainya. "Kami memeringati dengan suka cita. Sesuai anjuran Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap, umat Katolik membersihkan lingkungan di mana berada dan mencitai alam sekaligus mengonsumsi makanan khas, yang kala masa perjuangan kemerdekaan dahulu disebut makanan rakyat," ujar Ketua Dewan Stasi Sei agul Paroki Hayam Wuruk Medan Drs Rismanto Pandiangan MPd, Sabtu (26/8).

Didampingi Sekretaris Drs Lambok Tamba, Rismanto Pandiangan yang PKS SMP St Thomas 1 Medan itu mengatakan, Hari Ekologi di lingkungan gereja ditandai dengan Misa Ekaristi untuk kelestarian alam dan perlindungan untuk manusia. Kegiatan diawali dengan membersihkan lingkungan. "Khusus sampah plastik, harus dimusnahkan dengan dibakar tapi sampah organik diolah menjadi pupuk dalam upaya menyuburkan tanah. Di tanah itulah ditanam tumbuhan untuk mendukung kehidupan manusia," ujarnya.

Di tempat yang sama, ditutup Pelatihan Tenaga Mandiri Umat Katolik yang diikuti 75 orang. Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Tenaga Mandiri Umat Katolik Antonius D Tumanggor SSos mengatakan, dalam pelatihan ada kelas khusus pendidikan dan pembinaan daur ulang yakni memaksimalkan sampah. Kelas tersebut, ujarnya, diadakan dalam rangkaian merawat dan melindungi bumi dari sampah plastik. "Yang membuat miris, kok warga 'sepi' sekali memeringati Hari Ekologi. Kami berharap, 'sepi' dalam peringatan namun ramai dalam action membersihkan lingkungan dari sampah. Sebab, lingkungan yang kotor dapat menimbulkan ragam hal negatif," ujar pria yang aktivis dan pengurus organisasi kemasyarakatan pemuda.

Ia menunjuk kegiatan pelatihan yang dibuka Pastor Albert Pandiangan OFMCap pada Jumat (25/8). Menurutnya, tujuan kegiatan tercapai karena setelah penutupan, peserta beroleh keterampilan kerumahtanggaan seperti memanfaatkan bahan yang terpakai, bersalon hingga menjahit. "Dewasa ini orang yang memakai busana, cenderung memilih yang siap pakai. Padahal dari kemahiran menjahit, misalnya bisa membuka usaha konveksi yang memberi kesempatan tenaga kerja terekrut," tambah Antonius Tumanggor sambil mengatakan tujuan utama adalah pemberdayaan kualitas pribadi. "Jika selanjutnya dapat dimaksimalkan memberdayakan ekonomi keluarga atau bagian dari UMKM, sangat bagus," tegasnya.

Didampingi Sekretaris Benry Sitinjak dan Bendahara Monalisa Simanjuntak SH SPd, aktivis perempuan Arni Siringoringo, Lurah Ny Tumanggor Br Butarbutar, sejumlah kepala lingkungan seperti Nurency Tambunan, Leon Karosekali dari Keuskupan Agung Medan, fasilitator kegiatan Drs Maniur Rumapea MSi mengatakan pendidikan bergulir untuk pemberdayaan masyarakat di lingkungan warga Katolik masih terus dilanjutkan. (R10/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru