Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Parpol Harus Cari Sosok Mutiara Sumut Pada Pilgubsu 2018

- Selasa, 05 September 2017 17:37 WIB
385 view
Medan (SIB)- Sumatera Utara selama hampir 1 dekade (10 tahun) terakhir, telah kehilangan momentum dalam mencari sosok pemimpin Sumut 1 & 2 (Gubsu/wagubsu), sehingga Sumut kehilangan kesempatan dalam menempatkan dirinya sebagai sosok "provinsi papan atas atau provinsi yang maju" di Indonesia, utamanya di bidang pembangunan ekonomi dan infrastruktur.

Hal itu dikatakan Dr Emrus Sihombing pengamat komunikasi politik UPH, pada acara dialog informal dengan media massa di Medan, Sabtu (2/9).

"Saya prihatin dengan kondisi kepemimpinan dan pembangunan Sumut selama satu dekade terakhir ini", kata Emrus,  juga alumni SMA 1 Negeri Medan itu.
Kepemimpinan dan pembangunan memiliki hubungan yang sangat erat. Keberhasilan pembangunan suatu daerah ditentukan oleh kepemimpinan daerah tersebut. Sebaliknya pemimpin daerah menentukan keberhasilan pembangunan daerah.

Hubungan ini bahkan hubungan dua sisi mata uang, sehingga ketika melihat sosok pemimpin, akan dapat melihat seperti apa masa depan pembangunan daerah tersebut.

Banyak daerah mengalami kemajuan, karena pemimpinnya dan sebaliknya banyak daerah yang malah menjadi mundur atau tidak mengalami kemajuan karena pemimpinnya tidak mampu memimpin.

Salah satu hambatan pembangunan kita saat ini justru datang dari pemimpin daerah tersebut.

Dengan banyaknya pemimpin daerah mulai dari bupati, walikota hingga gubernur tersangkut hukum karena korupsi, sehingga kepala daerah masuk penjara, dan daerah tersebut tidak punya pemimpin. Atau dengan kata lain anak kehilangan induk. Ini fakta dan realitas yg berkembang selama satu dekade terakhir ini. Sumut termasuk salah satu provinsi yang mengalami hal itu. Artinya, Sumut kehilangan pemimpin, karena gubernurnya tersangkut hukum.

Akibatnya, momentum membangun pun selama hampir satu dekade tidak stabil, sehingga hasil pembangunan Sumut pun menjadi kurang optimal.
Karena itu, momentum Pilgubsu 2018, hendaknya dapat digunakan untuk mencari dan menemukan sosok pemimpin baru yang benar-benar mampu dan mumpuni dalam memimpin, sehingga pembangunan Sumut dapat berhasil dengan baik.

Emrus menjelaskan, saat ini masyarakat dan khususnya Parpol harus sungguh-sungguh mencari dan berupaya mendapatkan sosok mutiara sebagai pemimpin baru Sumut yang dapat diandalkan membawa kemajuan.

Dari sosok Balon Gubsu 2018-2023, yang mulai muncul, tampaknya perlu diseleksi secara objektif, sehingga Sumut menghasilkan sosok pemimpin baru yang dapat diandalkan.

Beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan adalah kemampuan dan jejak rekamnya.

Kemampuan dimaksud utamanya adalah kemampuan sang pemimpin Sumut  mensinerjikan konsep dan implementasi pembangunan di 33 Kab/Kota, mensinerjikan Sumut dengan provinsi lain di Indonesia, dan mensinerjikan pembangunan Sumut dengan dunia internasional.

"Saya melihat, selama satu dekade terakhir ini hampir tidak terjadi sinerjitas pembangunan tersebut di Sumut. Masing-masing kab/kota sepertinya jalan sendiri sendiri (one man show)", ujar Sihombing sembari menyebut, pembangunan di Sumut sepertinya berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas, terukur, dan seakan nihil output.

Untuk itu, katanya perlunya partai politik dan masyarakat mencari dan menemukan sosok mutiara baru untuk  memimpin Sumut yang mampu dan mumpuni melaksanakan roda pemerintahan dan pembangunan, menuju Sumut semakin baik, katanya.(R4a/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru