Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Pemuda Muhammadiyah dan Gemabudhi Kutuk Tragedi Kemanusiaan di Myanmar

- Rabu, 06 September 2017 14:34 WIB
402 view
Medan (SIB)- Pemuda Muhammadiyah dan Generasi Muda Buddhis (Gemabudhi) Kota Medan melakukan pertemuan baru-baru ini di Gedung DPRD Kota Medan untuk merespon berita tentang tragedi kemanusiaan Rohingya. Tokoh muda kedua organisasi keagamaan tersebut ingin mengantisipasi timbulnya isu konflik sektarian di Rohingya.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan Eka Putra Zakran SH didampingi Sekjen Datuk Imam Marzuki MA mengatakan, pertemuan tersebut merespon tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Pasalnya itu jelas merupakan amanat penderitaan Muslim internasional bersamaan dengan nilai spiritual di momentum Idul Adha.

 Drs Wong Chun Sen Tarigan MPd Generasi Muda Buddhis (Gemabudhi) Medan juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas krisis kemanusiaan yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil yang besar di bumi Burma tersebut. Dia meminta pemerintah Myanmar segera menghentikan perbuatan yang keji dan sadis terhadap etnis Rohingya tersebut. "Kembalikan stabilitas keamanan di Myanmar dan lakukan rekonsiliasi atas nama persamaan hak hidup sebagai manusia," katanya.

Wong Chun Sen yang juga anggota DPRD Medan tersebut berharap masyarakat internasional melaui PBB untuk turun tangan menyelesaikan kasus-kasus HAM yang selalu menyandera masyarakat Rohingya. Begitu juga organisasi ASEAN dan Organisasi Konferensi Islam (OKI), nyaris belum memberikan langkah tegas menyikapi pelanggaran HAM berat oleh junta militer Myanmar.

DPD Gemabudhi Medan, kata politisi PDI Perjuangan ini meminta pemerintah RI khususnya Menteri Luar Negeri segera menyerukan penghentian penindasan yang terjadi atas etnis Rohingya di Myanmar dan memberikan bantuan kemanusiaan dan langkah diplomasi. Termasuk mengecam terjadinya tindakan yang sangat tidak manusiawi dan jauh dari hati nurani serta pelanggaran HAM yang fatal terhadap perempuan dan anak-anak.

"Gemabudhi juga meminta stabilitas keamanan di Myanmar untuk menghentikan kekerasan, berikan perlindungan kepada semua, apapun etnis dan agamanya. Segera berikan bantuan kemanusiaan. Tragedi kemanusiaan terhadap Muslim Rohingya mesti menjadi semangat bagi seluruh kalangan masyarakat internasional untuk membangun solidaritas dan selalu mendesak agar tidak ada penindasan terhadap kelompok minoritas. Pemerintah Myanmar tak mengakui dan tak memberi status kewarganegaraan kepada mereka. Sebagai akibat tiadanya kewarganegaraan itu, etnis Rohingya tak bisa mengakses pendidikan, layanan kesehatan dan bahkan pekerjaan yang layak," harapnya. (A10/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru