Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026
Setelah Bendungan Arangdalu Dibangun

Produksi Pertanian Desa Kota Rantang dan Desa Lama Hamparanperak Meningkat Drastis

- Rabu, 06 September 2017 15:45 WIB
563 view
Produksi Pertanian Desa Kota Rantang dan Desa Lama Hamparanperak Meningkat Drastis
SIB/Jekson Turnip
BENDUNGAN: Kabid SDA Dinas PUPR Syamsuri bersama Kades Kotarantang Ngatino foto bersama dengan bhabinkamtibmas di bendungan Arangdalu yang selesai dibangun tahun 2015 dan sangat diapresiasi petani karena dapat meningkatkan hasil pertanian. Foto dipeti
Hamparanperak (SIB)- Pasca rampungnya pembangunan bendungan Arangdalu dan beroperasi tahun 2015, kini produksi pertanian di Desa Kotarantang dan Desa Lama Kecamatan Hamparanperak meningkat drastis. Sebelumnya dengan memanfaatkan air tadah hujan jumlah produksi padi petani  hanya 5-6 ton/hektare sekali panen. Setelah bendungan yang didambakan petani itu terealisasi menghasilkan 8,5-9,5 ton/ha sekali panen.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Kotarantang H Ngatino didampingi Kepala Desa Lama yang mewakili masyarakat petani kepada wartawan, Selasa (5/9) mengapresiasi bendungan yang dibangun Pemkab Deliserdang terhadap kebutuhan irigasi bagi para petani di Hamparanperak.

Diterangkan Ngatino, sebelum bendungan Arangdalu itu dibangun, petani hanya mengandalkan pertanian tadah hujan dan hanya mendapatkan 5-6 ton/ha sekali panen. Akibatnya para petani banyak beralih fungsi dari lahan padi menjadi sawit.

Tetapi setelah pembangunan bendungan dengan lebar 30 meter, panjang 50 meter dan kedalaman 4 meter itu rampung tahun 2015 akhirnya mampu mengairi kurang lebih 1000 ha persawahan. "Hasilnya cukup memuaskan, rata-rata sekali panen 8,5-9,5 ton/ha," ucap Ngatino.

Melihat kondisi itu, para petani yang dulunya beralih fungsi dari padi ke sawit akhirnya kembali lagi menanam padi. "Alasannya, karena kebutuhan air untuk persawahan kini sudah mudah dan lebih menguntungkan menanam padi dibanding sawit," terang Ngatino.

Menurutnya, tahun ini perbaikan saluran irigasi akan dilaksanakan dan akan dibangun lagi pintu-pintu pembagi ke persawahan. Saluran irigasi sekunder saat ini, sisi kanan sepanjang 3 kilometer, (3 km), sisi kiri 2 km dengan kedalaman 2,5-3 meter. Sedangkan saluran primernya menggunakan aliran sungai Arangdalu dengan, lebar 22 meter, kedalaman 5 meter dan panjang sungai tidak terhitung.

"Kami masyarakat Desa Kotarantang dan Desa Lama Kecamatan Hamparanperak berterima-kasih sekali kepada Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, sebab telah peduli dengan nasib para petani sehingga perekonomian kami saat ini sudah lebih baik dan bisa menafkahi dan menyekolahkan anak-anak," ucap Tumino salah seorang tokoh petani kepada wartawan.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ir Donal P Lumbantobing melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air H Syamsuri saat dikonfirmasi wartawan mengakui bendungan itu dibangun tahun 2015 lalu. "Bendungan itu dibangun menggunakan dana APBD dengan 2 tahun berjalan yaitu 2014 dan selesainya 2015 hanya menghabiskan dana Rp 3 Mmliar lebih. Saat ini saluran irigasi masih tanah, tetapi sudah dipersiapkan pintu-pintu pembagi untuk menyikapi kebutuhan air ke persawahan," terangnya singkat. (C06/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru