Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Menulis Cerpen "Parlombu-lombu" Bupati Soekirman Raih Hadiah Sastra Rancange 2017

- Rabu, 06 September 2017 15:52 WIB
636 view
Menulis Cerpen
SIB/Durahman Silitonga
Ir H Soekirman memakai busana adat Batak.
Sergai (SIB)- Dinilai fasih dan berjasa mengembangkan bahasa daerah khususnya bahasa Batak lewat cerpennya berjudul "Parlombu-lombu" (Si Gembala Sapi -red), Bupati Serdangbedagai Ir H Soekirman meraih hadiah Sastra Rancange tahun 2017 dari Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancange Ajip Rosidi yang akan diserahkan di gedung Ajib Rosidi Bandung, Sabtu (9/9).

"Meski bersuku Jawa, Soekirman sangat fasih dan piawai berbahasa Batak, bahkan menguasai adat budaya serta umpasa-umpasa (pepatah) Batak, sehingga dia mendapat julukan nama "Ompu Abimanyu"," jelas Kadis Komunikasi dan Informatika Serdangbedagai Ikhsan kepada wartawan, Selasa (5/9).
Kata Ikhsan, Soekirman memang penulis berbakat yang telah banyak membuat tulisan di antaranya Orang LSM Naik Haji, Wong Jawa di Sumatera, Serdangbedagai Kampoeng Kita, Ondermeming Van Sergai dan lain-lain. Pada tahun-tahun sebelumnya, hadiah Sastra Rancange diberikan hanya untuk sastra bahasa Sunda, Jawa, Bali, Lampung dan Banjar. Tetapi, tahun 2017 sastra Batak diikutkan dan Soekirman dengan cerpennya Parlombu-lombu ditetapkan penerima hadiah Sastra Rancange," paparnya.

Ditambahkan, Soekirman dalam menulis cerpen Batak sekaligus memberikan kontribusi dan perhatian untuk ikut melestarikan bahasa daerah Batak agar tidak punah. Sebab, dewasa ini akibat kemajuan teknologi yang pesat mengancam tergerus (hilang) dan mengikis adat budaya serta bahasa Batak.        
 
"Bukan hanya itu, perannya melestarikan adat dan bahasa Batak khususnya di Kabupaten Serdangbedagai, telah terbentuk komunitas Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) dan Soekirman duduk sebagai penasehat," tambah Ikhsan.

"Memahami adat, budaya dan bahasa di luar suku sendiri dapat membangun toleransi antar suku dan agama serta menyadarkan kita bahwa kebhinnekaan dalam kemajemukan sejatinya kaya sastra dan cinta akan tanah air yang mampu mempersatukan bahwa kita semua adalah bersaudara," pungkas Ikhsan mengutip penjelasan Soekirman.

Dalam amatan SIB selama ini, Bupati Soekirman di setiap acara pesta-pesta maupun dukacita masyarakat Batak, tetap menyampaikan sambutan dengan bahasa Batak, sehingga dengan kebolehannya "marumpasa" membuat halak hita terkagum-kagum dan simpatik padanya. (C07/h)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru