Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026
Wagubsu Nurhajizah Marpaung Meninjau

Dua Seksi Tol Medan-Binjai Dioperasikan Bulan Ini

- Kamis, 07 September 2017 15:33 WIB
412 view
Dua Seksi Tol Medan-Binjai Dioperasikan Bulan Ini
SIB/Dok
TINJAU: Wagubsu Dr Nurhajizah Marpaung melakukan peninjauan langsung jalan tol Medan-Binjai, Rabu (6/9). Hadir dalam peninjauan itu staf ahli Gubsu bidang ekonomi, keuangan, pembangunan, aset dan Sumber Daya Alam (SDA), Binsar Situmorang, Kepala Divisi
Medan (SIB)- Pembangunan jalan tol Medan-Binjai sudah mulai rampung. Bahkan ditargetkan dalam bulan ini, Seksi 2 yakni Helvetia-Sei Semayang dan Seksi 3 Sei Semayang-Binjai akan diresmikan dan dioperasikan. Sementara untuk Seksi 1 Tanjungmulia-Helvetia masih menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan akan selesai Oktober mendatang.

Hal ini terungkap saat Wagubsu Nurhajizah Marpaung meninjau langsung ruas tol Medan-Binjai, Rabu (6/9). Hadir dalam peninjauan itu Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT Hutama Karya Rizal Sutjipto serta tim dari PT Hutama Karya dan Kanwil BPN Sumut.

Wagubsu mengimbau kepada masyarakat yang selama ini masih belum bersedia diganti rugi lahannya untuk wilayah Seksi 1 dan Seksi 2 diharapkan bersedia menerima proses ganti rugi. Sebab pembangunan jalan tol bukan untuk kepentingan siapa-siapa, melainkan untuk kepentingan masyarakat Sumut.

"Makanya mari kita imbau bersama, insya Allah bagi saudara kita yang belum membuka hati untuk memberikan lahannya. Kita imbau bersama supaya masyarakat mau merelakan tanahnya dan menerima penggantian uang yang kita berikan. Daripada konsinyasi di pengadilan kan lebih baik menerima ganti rugi. Sebab, untuk yang di Seksi 2 Sei Semayang ini tinggal 9 persil lagi yang belum, yang lainnya kan sudah selesai semua," ujarnya.

Peninjauan jalan tol dimulai dari memasuki gerbang jalan tol Medan-Helvetia, menuju gerbang tol Medan-Sei Semayang. Setelah melintasi gerbang tol Sei Semayang, Wagubsu langsung meninjau lahan masyarakat yang masih terdapat 9 persil lagi yang belum dapat dibebaskan di wilayah tersebut. Kemudian peninjauan dilakukan menuju gerbang tol Binjai (Megawati). Di gerbang tol Megawati ini, Wagubsu dan rombongan melihat kantor tol Megawati dan meninjau proses pemantauan jalan tol dari layar monitor dan pemantauan gerbang tol sekaligus melihat kesiapan mobil derek gratis. 

Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT Hutama Karya, Rizal Sutjipto mengatakan, pembangunan ruas tol Medan-Binjai sudah dimulai sejak ground breaking dilakukan April 2015 lalu.

Diakui Rizal, prosesnya memang mengalami kendala karena lambatnya proses pembebasan lahan. Terutama untuk pembebasan lahan Seksi 1 Tanjungmulia-Helvetia, karena masih terdapat 378 KK lagi yang belum dibebaskan. Sementara untuk Seksi 2 Helvetia-Sei Semayang masih terdapat 9 persil yang belum dibebaskan, sementara untuk Seksi 3 sudah selesai pembangunan.

"Intinya kita berharap untuk pembebasan lahan ini ada win-win solution. Artinya, tidak ada yang dirugikan dan jangan merugikan. Untuk Seksi 2 dan Seksi 3 kami rencanakan bulan ini mau kami resmikan dan dioperasionalkan," ujarnya.

Dikatakan dia, kalau proses pembebasan lahan pada seksi 1 dapat selesai pada Oktober 2017, maka ditargetkan Juni 2018, keseluruhan jalan tol Medan-Binjai sudah dapat dioperasikan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubsu Bidang Ekbang, Aset dan Sumber Daya Alam (SDA) Binsar Situmorang mengatakan, untuk Seksi 2 dan Seksi 3 yang akan dioperasionalkan pada bulan ini tinggal menunggu proses audit kelayakan operasional jalan tol.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan tol Medan Binjai untuk Seksi 1, Tanjungmulia- Helvetia dilakukan dengan panjang 6.071 Km dengan kebutuhan lahan 36,66 hektare. Untuk Seksi 2 Helvetia- Sei Semayang panjang 9,051 Km dengan kebutuhan lahan 46,36 Ha. Selanjutnya untuk Seksi 3, Sei Semayang-Binjai dengan panjang 10.319 Km dengan kebutuhan lahan 61,04 Ha. Secara keseluruhan panjang luas lahan yang harus dibebaskan 25,441 Ha dengan kebutuhan lahan 144,06 Ha. Pembangunan jalan tol ini secara keseluruhan membutuhkan dana sekitar Rp1,1 triliun. (A11/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru