Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Perempuan yang Diperkosa Saat Dipasung di Batangtoru Dirujuk di RS Jiwa di Medan

- Kamis, 07 September 2017 18:49 WIB
798 view
Medan (SIB)- Masdalifa Boru Silitonga, Selasa (5/9), dirujuk untuk perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa Medan. Kedatangan perempuan yang jadi korban perkosaan hingga melahirkan saat dipasung di kampung halamannya itu ke ibu kota Sumut difasilitasi anggota DPR RI Prananda Surya Paloh. "Selama dalam perawatan, seluruh keperluan di luar cakupan pelayanan sosial pemerintah, dikover Pak Prananda, yang sudah menugasi PSP Center Medan dan PSP Foundation untuk menangani semuanya," ujar Ketua PSP Center Medan Gandi Febraska Manurung, Selasa (5/9) didampingi sejumlah pengurus Zulhamdani Napitupulu MKom, Rudiansyah, Anderson King Junior dan Ganda CR Manurung.

Sebagaimana diberitakan, perempuan berusia 36 tahun itu, selama 4 tahun belakangan, hidup dalam keterbatasan. Selain dipasung, warga Desa Perdamean, Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, tersebut tak mendapat perawatan memadai walau ditengarai menderita gangguan jiwa. "Pak Prananda ingin perawatan yang lebih untuk Ibu Masdalifa," cerita Gandi sambil mengatakan atas instruksi itu yang bersangkutan dirujuk perawatan di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Mohammad Ildrem di Jalan Tali Air Medan. "Pak Prananda mengklasifikasikannya sebagai operasi penyelamatan kemanusiaan," tambah Gandi Manurung sambil mengatakan Prananda menerima pengaduan kasus dari akun pribadinya di media sosial.

Setelah dicek ke lapangan untuk memastikan kondisinya, PSP Foundation didampingi anggota DPRD Kota Padang Sidempuan dari Fraksi NasDem Timbul Simanungkalit mengunjungi yang bersangkutan. "Sudah dua pekan penanganannya tapi baru dapat dirujuk ke Medan guna melengkapi syarat administrasi," tambahnya.

Masdalifa tiba di Medan setelah menempuh 12 jam perjalanan dari Desa Perdamean, Batangtoru, Tapsel ditemani pihak keluarga dan Timbul Simanungkalit. "Apa yang menimpa Masdalifa ini menjadi pelajaran untuk bersama. Ia juga berharap, ke depan pemerintah lebih perhatian dengan masyarakat dengan melengkapi fasilitas pengobatan di daerah.

Menurutnya, Masdalifa terpaksa dipasung keluarganya karena kerap membuat heboh warga sekitar tempat tinggalnya. Yang bersangkutan dipasung dan diletakkan di gubuk terpisah dari rumah keluarga hingga terjadilah hal yang mengerikan, pemerkosaan.  "Selain pengobatan khusus dari Prananda dan PSP Foundation serta PSP Center, saya berharap seluruh masyarakat mendoakan Masdalifa demi proses  kesembuhannya," tutup Timbul Simanungkalit. (R10/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru