Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

APBN-P 2017, Sumut Dapat Anggaran untuk Perluasan Areal Tanam Kedelai 35.000 Ha

- Minggu, 10 September 2017 12:00 WIB
554 view
Medan (SIB) -Meningkatkan produksi tanaman kedelai di Sumut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut  merencanakan alokasi dan hasil verifikasi kegiatan perluasan areal tanam komoditi ini melalui APBN-P 2017 tanggal 6 September 2017 seluas 35.000 hektare. Hingga kini sebanyak 12.257 calon petani calon lokasi (CPCL) yang sudah diverifikasi.

"Diharapkan, melalui program itu Sumut tahun 2018 bisa mencapai swasembada kedelai. Artinya tidak lagi mengimpor kedelai," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut HM Azhar Harahap kepada SIB, Jumat sore (8/9).

Disebutnya, perluasan areal tanam kedelai tersebut akan dilaksanakan di 20 kabupaten/kota yakni Langkat dengan rencana alokasi seluas 2.500 hektare, Serdangbedagai 5.000 hektare, Deliserdang 3.000 hektare, Labuhanbatu Utara 1.000 hektare, Labuhanbatu 1.000 hektare, Padanglawas Utara 2.500 hektare, Tapanuli Selatan 1.000 hektare, Tapanuli Utara 3.500 hektare, Simalungun 5.000 hektare, Madina 2.500 hektare, Nias Selatan 2.000 hektare, Nias Barat 400 hektare, Nias 200 hektare, Asahan 2.440 hektare, Labuhanbatu Selatan 600 hektare, Tapanuli Tengah 500 hektare, Samosir 500 hektare, Karo 200 hektare dan Padangsidempuan 100 hektare.

"Dari hasil verifikasi baru masuk ke provinsi sebanyak 12.257 CPCL yang masuk, sisanya 22.743 CPCL lagi," ujarnya.

Untuk penanaman kedelai tersebut, para petani mendapat bantuan subsidi berupa benih dan pupuk secara gratis. Bantuan diberikan tidak dalam bentuk bahan melainkan dalam bentuk uang  yang ditransfer langsung ke rekening para petani.

"Kita harapkan ke depan produksi meningkat dan swasembada kedelai bisa tercapai dengan baik. Sebab Kementerian Pertanian memprogramkan Upsus (upaya khusus) untuk komoditi selain kedelai, juga padi dan jagung yang disebut Pajale (padi, jagung dan kedelai)," ujar Azhar Harahap.

Disebutnya, para petani selama ini kurang berminat bertanam komoditi kedelai ini karena bersaing harga dengan kedelai impor yang harganya jauh lebih murah dengan produk lokal.

Penangkar Seluas 1.000 hektare
Di satu sisi, tambah Azhar, melalui APBN 2017, Dinas Tanaman Pangan dan Hoetikultura Sumut mendapat alokasi kegiatan tanaman kedelai khusus untuk penangkar benih seluas 1.000 hektare yang nantinya setelah panen disertifikasi dan kemudian dapat dijual kepada para petani.

Kabupaten/kota yang mendapat alokasi kegiatan tersebut yakni Kabupaten Deliserdang seluas 200 hektare, Labuhanbatu 100 hektare, Langkat 200 hektare, Madina 200 hektare, Padanglawas 200 hektare dan Padanglawas Utara seluas 100 hektare.

Pertanaman kedele, sebut Azhar, dimulai sejak bulan April 2017 lalu hingga September ini dengan realisasi tanam seluas  273 hektare di 6 kabupaten yakni Kabupaten Labuhanbatu 8 hektare, Langkat 200 hektare, Madina 45 hektare, Padanglawas 20 hektare. "Produksi kedelai dari realisasi tanam itu mencapai 55 ton dengan produktivitas 14,47 kwintal per hektare. Jadi selama ini para petani kedelai kurang berminat bertanam komoditi ini karena bersaing harganya dengan impor," imbuhnya.

Namun Azhar Harahap tidak menjelaskan berapa anggaran atau dana yang dialokasikan pemerintah pusat itu untuk program tersebut. Data yang diperoleh SIB, kedelai yang masuk ke Sumut 95% impor dan selebihnya produksi lokal. (A02/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru