Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 21 September 2026

Sampah Berserakan di Kelurahan Sidomulyo

- Selasa, 24 Oktober 2017 11:00 WIB
267 view
Sampah Berserakan di Kelurahan Sidomulyo
SIB/Bukit
SAMPAH BERSERAKAN: Sampah berserakan hingga ke badan jalan di sepanjang Jalan Bunga Turi I, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (23/10).
Medan (SIB) -Sampah berserakan di sepanjang Jalan Bunga Turi I, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan. Pantauan wartawan, Senin (23/10), sampah-sampah yang terdiri dari plastik kresek, pembungkus deterjen, pembungkus makanan dan lainnya, telah berserakan hingga badan jalan dan merusak pemandangan bahkan mengganggu kesehatan lingkungan.

Ironisnya, lokasi sampah berserakan tak jauh dari kantor Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan dan SDN Nomor 066428. Seorang masyarakat saat melintas, beru Tarigan menuding pihak kelurahan telah mengabaikan keberadaan sampah tersebut.

"Sampah-sampah tersebut terkesan disengaja dibuang begitu saja dan dibiarkan pemerintah setempat. Padahal, lokasi sampah ini selalu dilintasi pak lurah apabila hendak menuju kantornya," kata perempuan yang berusia sekitar 30 tahun ini.

Ia menilai sampah itu berserakan karena tidak tersedianya tempat sampah (tong sampah). Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. "Gimana lokasi ini mau bersih dari sampah? Tong sampah tidak tersedia," ketusnya lagi.

Sementara pengamat kesehatan dr Hj Tetty Rossanti br Keliat mengatakan lokasi sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan binatang lainnya yang dapat menimbulkan penyakit.

Ada lima potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan yaitu penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat dapat bercampur dengan air minum. Selain itu, penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit), dan penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.

Sampah yang menumpuk dan tidak segera terangkut merupakan sumber bau tidak sedap yang memberikan efek buruk bagi daerah sensitif sekitarnya seperti permukiman, perbelanjaan, rekreasi dan lain-lain. "Sarana pengangkutan yang tidak tertutup dengan baik juga sangat berpotensi menimbulkan masalah bau di sepanjang jalur yang dilalui, terutama akibat bercecerannya air lindi dari bak kendaraan," jelasnya.

Prasarana dan sarana pengumpulan yang terbuka sangat potensial menghasilkan lindi terutama pada saat turun hujan. Aliran lindi ke saluran atau tanah sekitarnya akan menyebabkan terjadinya pencemaran. Instalasi pengolahan berskala besar menampung sampah dalam jumlah yang cukup besar pula sehingga potensi lindi yang dihasilkan di instalasi juga cukup potensial untuk menimbulkan pencemaran air dan tanah di sekitarnya.

Pembuangan sampah yang tidak dilakukan dengan baik misalnya di lahan kosong atau TPA yang dioperasikan secara sembarangan akan menyebabkan lahan setempat mengalami pencemaran akibat tertumpuknya sampah organik dan mungkin juga mengandung Bahan Buangan Berbahaya (B3).

"Bila hal ini terjadi maka akan diperlukan waktu yang sangat lama sampai sampah terdegradasi atau larut dari lokasi tersebut. Selama waktu itu lahan setempat berpotensi menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya," kata Tetty. (A17/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru