Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Puluhan Pendeta Minta Honor Guru Sekolah Minggu Ditampung di APBD Deliserdang

- Jumat, 10 November 2017 17:53 WIB
817 view
Puluhan Pendeta Minta Honor Guru Sekolah Minggu Ditampung di APBD Deliserdang
SIB/Dok
DIABADIKAN: Anggota DPRD Deliserdang Hendry Dumanter Tampubolon diabadikan dengan puluhan pendeta se-Deliserdang dan pemilik King Cafe Viktor Rajagukguk, Kamis (9/11) di Lubukpakam.
Lubukpakam (SIB) -Puluhan Pendeta yang terdiri dari beberapa Gereja di Kabupaten Deliserdang meminta honor Guru Sekolah Minggu ditampung dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Deliserdang tahun 2018.

"Guru Sekolah Minggu juga merupakan bagian aset bangsa yang juga harus diperhatikan pemerintah," kata anggota DPRD Deliserdang Ir Hendry Dumanter Tampubolon dalam pertemuan dengan puluhan pendeta, Kamis (9/11) di King Cafe Jalan Imam Bonjol Lubukpakam.

"Para Pendeta itu ingin bertemu saya untuk menyuarakan aspirasinya. Mereka memohon kepada Pemkab Deliserdang, khususnya Bupati H Ashari Tambunan supaya membantu dari APBD untuk honor guru Sekolah Minggu di seluruh gereja yang ada di Deliserdang," kata politisi dari Fraksi PDIP itu.

Menurutnya, tuntutan para pendeta itu sudah seharusnya ditampung dalam APBD, karena bagaimanapun para guru Sekolah Minggu itu merupakan aset bangsa yang juga harus diperhatikan nasibnya. "Tindakan saya selanjutnya, menyuarakan aspirasi itu langsung ke Bupati H Ashari Tambunan dan Tim APBD. Saya berharap, hal itu dapat ditanggapi bupati," papar Dumanter.

Sementara Pdt John Piter Malau kepada wartawan mengakui pertemuan itu membahas pengusulan honor guru Sekolah Minggu ke APBD Pemkab Deliserdang. Harapannya, bupati dan jajaran dapat menampungnya sehingga tahun 2018 dapat dinikmati para guru Sekolah Minggu.

Sesuai data dari Kemenag, lanjutnya, ada 932 gereja di Kabupaten Deliserdang. "2 atau 1 guru aja dapat direalisasikan dalam APBD, kita tentu merasa bersyukur dan sepertinya mendapat perhatian lebih dari Pemkab Deliserdang," akunya.

Hal senada dikatakan Pdt Hercules Sihotang MSi yang juga Praeses HKBP Distrik XXIX Deliserdang. "Dalam gereja di dalamnya ada abdi gereja atau pelayan dan jemaat yaitu warga masyarakat. Jadi, yang kami pimpin di gereja itu merupakan masyarakat yang dipimpin Bupati Deliserdang," katanya.         

Sebab membangun suatu daerah atau bangsa, lanjut Hercules harus bersama-sama baik masyarakat yang dipimpin bupati juga jemaat yang dipimpin pendeta.
"Tujuannya agar tercipta kedekatan dengan cara mendekatkan kepada pemimpin daerah dan tentu ikut mendukung programnya," ujarnya. (C06/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru