Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Bishop Kristi Wilson Sinurat STh: GMI Programkan Revitalisasi

* GMI Wilayah I Mohon Dukungan, Siap Kerjasama dengan SIB
- Kamis, 18 Januari 2018 16:45 WIB
1.286 view
Bishop Kristi Wilson Sinurat STh: GMI Programkan Revitalisasi
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat STh, MPd (no 6) didampingi sejumlah pimpinan distrik, Eksekutif dan Staf Badan foto bersama dengan Wakil I Pemimpin Redaksi SIB Ir Parluhutan Simarmata di ruang kerjanya barubaru ini.
Medan (SIB) -Untuk menjawab tantangan yang mendesak di era digitalisasi  serta persoalan pluralisme yang mencuat akhir-akhir ini maka Gereja Methodist Indonesia (GMI) telah menyiapkan program revitalisasi sumber daya manusia meliputi para pendeta, Lay Speaker (LS), jemaat serta pemberdayaan aset. Hal ini sudah termaktub dalam Renstra GMI 2013-2023, sebagai implementasi visi dan misi GMI menjadi garam dan terang di tengah-tengah masyarakat yang majemuk.
 
Hal tersebut diungkapkan Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat, STh MPd saat berbincang-bincang dengan Wakil I Pemimpin Redaksi Harian Sinar Indonesia Baru Ir Parluhutan Simarmata di ruang kerjanya Jl Kartini Medan baru-baru ini. Sebagaimana diketahui, Bishop KW Sinurat baru bertugas beberapa bulan setelah terpilih pada Konferensi Agung (Konag) XIII Oktober 2017 lalu di Parapat menggantikan Bishop Darwis Manurung yang telah habis periodenya.

Perbincangan secara panjang lebar tentang perkembangan pelayanan GMI berlangsung hangat dan berlanjut dengan perbincangan  peta politik di Sumut. Dia sangat berterima kasih dan mengapresiasi kunjungan SIB sehingga Bishop juga menghadirkan sejumlah pimpinan distrik (DS), Eksekutif dan staf Badan dalam pertemuan itu, namun dia tetap berjanji akan berkunjung ke SIB sebagaimana sudah direncanakannya. "Mohon disampaikan salam saya ya kepada Ibu Pemimpin Umum R Br Hutagalung, pak GM Chandra Panggabean dan pak GM Immanuel Panggabean dan seluruh jajaran SIB," ujarnya.

Para pimpinan distrik (DS) GMI Wilayah I yang hadir, di antaranya DS Pdt Estomihi Hutagalung, DS Pdt Hiskia Damanik, DS Pdt Guntur Ginting, DS Pdt Tahir Wijaya dan DS Pdt Jonathan Kristanto. Eksekutif, Staf dan Badan turut hadir di antaranya Pdt Runggu Hutauruk, Pdt Palgey Manurung, Pdt Edi Lumumba Hutagalung, Pdt Rikket Panggabean dan Pdt Susanto Rambe.

Bishop juga sangat mengharapkan dukungan dan siap bekerjasama dengan Harian Sinar Indonesia Baru dalam mensukseskan program revitalisasi ini. Sehingga gereja dapat bertumbuh dan memberkati seluruh ciptaan. Hal ini didukung dengan persamaan yaitu GMI dan Harian SIB hadir di tengah-tengah masyarakat majemuk dan sangat concern dengan permasalahan dan pembangunan masyarakat secara umum. Misiologis Gereja Methodist tidak tertuju hanya pada satu suku tetapi multi etnis. Apalagi GMI Wilayah I, pelayanannya meliputi provinsi NAD, Sumut dan Riau yang juga merupakan wilayah penyebaran dan pemasaran koran SIB, jelasnya.

Pokok pikiran revitalisasi ini juga tidak terlepas dari sejarah pergerakan Methodist di Inggris yang dipelopori John Wesley melalui Class Meeting, pelayanan sosial dalam membantu buruh tambang dan menggerakkan pendidikan yang membuat Inggris Raya terhindar dari revolusi berdarah sebagaimana terjadi pada Revolusi Prancis.

Revitalisasi SDM
Sasaran pokok revitalisasi SDM adalah peningkatan kinerja dan kualitas para pendeta melalui pendidikan. Para pendeta selaku pengemban utama tugas kepemimpinan gereja akan ditingkatkan kualitasnya, baik kualitas berkhotbah maupun kualitas pelayaanan berdasarkan nilai-nilai Methodistme. Para pendeta akan mengikuti pembinaan kepemimpinan dan akan disekolahkan secara bertahap. Tahun ini diprogramkan 20 orang pendeta akan disekolahkan ke jenjang S2-S3, bahkan ada yang ke Trinity Theological College, Singapore. Tidak hanya pendeta tetapi pembinaan pasangan suami istri para pendeta juga akan terus dilakukan, karena faktanya keluarga pendeta juga merupakan salah satu faktor pendukung peningkatan kualitas pelayaanan gereja.

Selain pembinaan pendeta, GMI juga akan melakukan peningkatan kualitas para Lay Speaker (Ls) dan majelis jemaat sebagai representase jemaat yang membantu pelayanan pimpinan jemaaat. Pelayanan Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu, pelayanan pemuda dalam wadah P3MI, pelayanan kaum bapak melalui wadah P2MI dan pelayanan kaum wanita melalui wadah PWMI. Program ini dijabarkan di tingkat distrik  oleh para DS dan dikelola Kanwil GMI Wilayah I melalui Badan Evanggelisasi dan Pembinaan.

Pelayanan Sosial
Revitalisasi ini juga ditujukan pada upaya-upaya pelayanan sosial untuk membantu masyarakat dalam menolong orang miskin dan upaya perbaikan alam sebagaimana diwariskan  pendiri gerakan Methodist John Wesley. Program ini sudah diwujudkan melalui pembangunan rumah layak huni bukan hanya bagi anggota jemaat dan akan dilanjutkan tahun ini. Sejumlah 26 rumah layak huni sudah dibangun dan tahun ini akan dibangun 5 unit hingga keseluruhannya nanti 50 unit.  Selain itu juga diwujudkan melalui pemberian bantuan 2.000 ekor ternak ayam serta penanaman pohon di beberapa tempat kerjasama dengan pemerintah terkait. Tahun ini diprogramkan akan ditanami lagi 25.000 pohon sebagai wujud peduli lingkungan hidup GMI.

Revitalisasi terhadap aset yang kurang diberdayakan juga akan dilakukan, seperti aset GMI berupa 8 Ha tanah di Sidikalang dan 6 Ha di Bandar Tinggi akan diberdayakan sehingga bermanfaat dalam mendukung pelayanan.

Gereja Methodist Indonesia juga secara intensif mengadakan pembinaan kesadaran akan bahaya penggunaan narkoba dengan sasaran pokok pembinaan adalah siswa-siswi sekolah yang dikelola Lembaga Pendidikan Kristen Methodist Indonesia (PKMI) juga bagi para pemuda gereja melalui P3MI. GMI juga melakukan penyuluhan mengenai HIV/AIDS yang dikelola gereja bekerjasama dengan Rumah Sakit Susana Wesley Medan.

Sebagai gereja yang sangat dikenal dengan lembaga pendidikan, maka program pembinaan dan nilai-nilai spiritual Methodist mendapat point penting bagi GMI. Saat ini lebih dari empat  puluh lembaga pendidikan Gereja Methodist Indonesia selain Universitas Methodist Indonesia (UMI) dan STT Bandar Baru yang tersebar di Provinsi NAD,  Sumut, dan Riau merupakan bagian dari Gereja Methodist Indonesia Wilayah I.

GMI yang mewarisi nilai transformasi rohani dan sosial menyadari bahwa lembaga pendidikan merupakan salah satu sarana terpenting untuk pembinaan generasi muda. Kesadaran akan pendidikan ini diharapkan menjadi salah satu jawaban menangkal gerakan-gerakan sectarian atau ajaran radikalisme yang dapat merusak persatuan bangsa. Oleh sebab itu meskipun tidak semua lembaga pendidikan itu menguntungkan tetapi GMI akan tetap mempertahankannya sebagai alat pelayanan bagi masyarakat multi suku, agama dan etnis ini, ujar Bishop yang sebelumnya menguruwsi yayasan pendidikan itu. (R4/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran(harianSIB.com)Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu (18/4/2026). Hal ini disampaikan komando militer