Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Seorang Janda Tewas di Rumah Kontrakannya

- Kamis, 25 Januari 2018 15:15 WIB
366 view
Seorang Janda Tewas di Rumah Kontrakannya
Medan (SIB)- Seorang janda bernama Cut Erna alias Mami (62) ditemukan warga sudah tak bernyawa lagi di kamar mandi rumah kontrakannya di Jalan Persatuan Gang Harjo Dusun 2 Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Selasa (23/1) sore.

Informasi dihimpun SIB di lokasi, sebelum ditemukan tewas, tetangga almarhum bernama Ibu Nurhayati (44) curiga lantaran korban sudah 1 minggu tak terlihat. Nurhayati melaporkan ke warga lain dan kemudian warga membuka pintu rumahnya, namun terkunci dari dalam.

Ketika mengintip lewat jendela, warga terkejut melihat korban terduduk bersandar di dinding kamar mandi tanpa mengenakan pakaian.

Selanjutnya, Irfan (45) tetangga yang tinggal tepat di samping rumah korban langsung mendobrak pintu dan warga kemudian menemukan korban sudah tak bernyawa. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Percut Seituan.

Tak lama, Kapolsek Percut, Tim Inafis Polrestabes Medan dan Kepala Desa Tembung Kennedy Tarigan tiba di lokasi. Selanjutnya Tim Inafis melakukan olah TKP.

Di saat bersamaan sejumlah keluarga korban tiba di lokasi dan langsung menangis histeris. Setelah itu jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan guna kepentingan penyelidikan. Sedangkan tas berisi sejumlah uang tunai dan surat-surat berharga yang sebelumnya sempat diamankan, langsung diserahkan warga ke petugas.

Ibu Nurhayati ketika diwawancarai di lokasi mengungkapkan, korban selama ini ramah terhadap warga sekitar. Namun baru-baru ini almarhum yang baru 7-8 bulan menyewa rumah kontrakan sempat mengeluh kepada warga bahwa ia sering sakit di bagian kupingnya serta darah tinggi sering kumat.
"Almarhumah pernah bercerita, dulunya ia bersama suaminya berjualan perabotan. Namun setelah bercerai, usahanya hancur akibat anak angkatnya yang kini di penjara," ungkap Nurhayati.

Selama ini sambungnya, korban selalu berpindah-pindah rumah kontrakan, karena ketakutan saat mendengar anak angkatnya akan keluar dari penjara dalam tahun ini. "Korban selalu bercerita kepada saya dan warga yang lain, bahwa ia sering diancam-ancam anak angkatnya yang sering keluar-masuk penjara. Makanya korban selalu berpindah-pindah menyewa rumah kontrakan lantaran ketakutan. Kami tak menyangka, 1 minggu korban tak pernah kelihatan, ternyata sudah tiada," terangnya. (A16/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Pemkab Simalungun Gelar Pasar Murah

Pemkab Simalungun Gelar Pasar Murah

Simalungun(harianSIB.com)Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) menggelar pasar murah selama