Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 08 Juni 2026

Timbul Raya Nilai Model Bisnis Koperasi Merah Putih Gagal Sejak Awal

Redaksi - Selasa, 24 Februari 2026 13:26 WIB
580 view
Timbul Raya Nilai Model Bisnis Koperasi Merah Putih Gagal Sejak Awal
(harianSIB.com/dok)
Timbul Raya Manurung

Medan(harianSIB.com)

Pemerhati ekonomi dan bisnis, Timbul Raya Manurung, menilai model bisnis Koperasi Merah Putih sudah keliru sejak awal. Skema pengelolaan dana dan strategi investasinya dinilai tidak tepat, sehingga berdampak pada terganggunya operasional usaha.

Dalam keterangannya kepada harianSIB.com, Senin (24/2/2025), di Medan, Timbul memaparkan alokasi pinjaman modal koperasi sebesar Rp3 miliar yang dinilainya tidak proporsional.

"Dalam bisnis Koperasi Merah Putih, dari awal sudah gagal. Bayangkan, dari pinjaman Rp3 miliar, sebanyak Rp2,5 miliar habis dipakai untuk bangunan, alat prasarana, dan kendaraan. Sementara untuk modal kerja hanya tersisa Rp500 juta," ujarnya.

Menurutnya, komposisi tersebut berisiko mematikan arus kas (cash flow). Ia menyarankan agar investasi bangunan dilakukan dengan sistem sewa, sedangkan pengadaan peralatan dan kendaraan melalui skema leasing atau sewa, sehingga porsi modal kerja lebih besar untuk memutar usaha.

Baca Juga:
Selain menyoroti manajemen keuangan, Timbul juga memberi pandangan terkait pengadaan mobil pikap untuk operasional koperasi di pedesaan. Ia menilai pembelian mobil dalam bentuk utuh (build up) dari luar negeri tidak efisien.

"Jika saya eksekutornya, saya tidak akan membeli mobil build up. Harganya akan melonjak hingga 200 persen karena pajak impor dan lain-lain. Jatuhnya jauh lebih mahal," tegasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kemenhub akan Bolehkan Mitra Taksi Online Tak Gabung Koperasi
Bupati Soekirman Hadiri Peringatan Hari Koperasi di Sergai
Tebingtinggi Urutan ke-2 Indeks Pembangunan dari Koperasi
HUT Koperasi, Bupati Sokhiatulo Imbau Dirikan Koperasi di Setiap Desa
4 Tahun Jokowi-JK, Pemerintah Sudah Bubarkan 40.000 Koperasi
Dinas Koperasi UKM Jatim Study Banding ke Taput
komentar
beritaTerbaru