Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026

Ketua PGI Sumut Minta Musibah di Danau Toba Jadi Bahan Evaluasi

- Kamis, 21 Juni 2018 11:46 WIB
425 view
Ketua PGI Sumut Minta Musibah di Danau Toba Jadi Bahan Evaluasi
Samosir (SIB)- Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Wil Sumut-Aceh Bishop Darwis Manurung STh MPSi dan Staf Khusus Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Edison Manurung SH MHum MM meminta musibah di Danau Toba menjadi bahan evaluasi pemerintah pusat dan daerah, khususnya kabupaten/kota yang berada di lingkungan danau terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Bishop Darwis Manurung, Selasa (19/6) menyesalkan kejadian berulang di Danau Toba. "Saya berdoa kiranya para korban dan keluarga yang terkena musibah tabah dan semakin dekat denganNya. Tetapi, mana tanggung jawab otoritas khususnya yang terkait langsung dengan lalu lintas air khususnya di Danau Toba," ujarnya.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi 'promosi' buruk bagi Danau Toba yang bakal ditetapkan menjadi geopark global UNESCO. "Saya prihatin. Presiden Joko Widodo berjuang sekuat tenaga dan kemampuan menjadikan Danau Toba destinasi wisata baru di Indonesia, tapi di sisi lain kemungkinannya aparatnya tidak siap. Ada sesuatu yang salah," tegas Bishop Darwis Manurung.

Sebagaimana diketahui, Kapal penumpang KM Sinar Bangun jurusan Tigaras-Simanindo tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6). Diduga penyebab kapal tenggelam karena angin kencang serta ombak besar, yang didahului putusnya tali kemudi kapal penyeberangan dimaksud.

Sementara itu, Edison Manurung menyebut, harus ada evaluasi menyeluruh guna mengantisipasi terjadinya insiden maut di kemudian hari. 

Ia menyitir Permenhub No 73 Tahun 2004 yang dirubah dengan Permenhub No 58 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sungai dan Danau khususnya Pasal 5 dan 6 tentang kewenangan Bupati dan Wali Kota mengenai jenis kapal dengan ukuran GT. "Bupati di kawasan Danau Toba hanya diberi wewenang atas angkutan sampai 7 GT. Kapal yang bermasalah itu kan di atas 40 GT. Jadi, jangan langsung memvonis dan menuntut macam-macam pada Bupati se-kawasan Danau Toba dan aparatnya. Lebih baik, musibah jadi bahan evaluasi menyeluruh," tegasnya.

Edison Manurung yang langsung ke Samosir atas musibah itu mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan Bupati. "Sebagai warga yang lahir dan besar di sekitar Danau Toba, saya memberi masukan. Semacam antisipasi agar tak terjadi hal serupa di kemudian hari. Pegangannya berawal dari Permenhub tersebut," ujarnya.

Ia meminta agar semua pihak menghindari saling menyalahkan. "Apapun analisisnya, korban sudah berjatuhan. Mari berdoa. Biarkan otoritas membenahi dan mengatur regulasinya serta masyarakat memberi masukan," tutupnya. (R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru