Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 24 Mei 2026
Ketua PC PPM Medan Henry Jhon Hutagalung

Pimpinan Pusat PPM Instruksikan Anak Pejuang Bebas Memilih pada Pilkada

- Senin, 02 Juli 2018 11:20 WIB
251 view
Pimpinan Pusat PPM Instruksikan Anak Pejuang Bebas Memilih pada Pilkada
Medan (SIB) -Ketua Pengurus Cabang (PC) Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Medan Henry Jhon Hutagalung mengatakan, anggota PPM bebas memilih siapa saja calon kepala daerah pada Pilkada Kabupaten/Kota maupun Pilgub. Kebebasan memilih  itu  berdasarkan instruksi Pimpinan Pusat PPM, di mana anggota PPM bebas memilih calon kepala daerah, karena itu adalah hak masing-masing orang.

"Jadi kalau kami menghimpun kader PPM Medan untuk mendukung Djoss dan PD PPM Sumut mendukung Eramas kan tidak masalah, kenapa harus kita ributkan. Itu hak pilih semua orang yang tidak mungkin kita paksakan harus sama. Apalagi kader ada di berbagai partai, tentu pilihannya berbeda-beda," kata Henry Jhon kepada SIB, menanggapi adanya bantahan dari Ketua PD PPM Sumut Irwan Sembiring di Harian SIB, Minggu (1/7).

Selain itu, lanjut Henry Jhon yang juga Ketua DPRD Kota Medan ini, kepengurusan PD PPM Sumut itu sudah berakhir periodenya dan pengurus sekarang statusnya demisioner".  Kepengurusan yang sudah demisioner tidak boleh menginstruksikan apa-apa ke jajarannya. Kami meminta kepada PP PPM  segera menempatkan Plt Ketua PD PPM Sumut agar roda organisasi bisa berjalan dan PC PPM Medan mendukung", tegas Hutagalung.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai anak-anak pejuang harus meniru teladan para orangtuanya ketika berjuang membela tanah air. Di dalam perjuangan itu tidak ada pengkotak-kotakan, dari kelompok mana atau golongan mana. Tapi yang namanya putra-putri bangsa, bersama-sama  angkat senjata mengusir penjajah Jepang dan Belanda dari bumi Indonesia.

"Begitu juga dalam Pilkada dan Pilgubsu, antara Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan  Djarot-Sihar Sitorus (Djoss), kedua pasangan ini adalah putra terbaik bangsa yang terpilih lewat tahapan seleksi partai dan KPU Sumut sehingga menjadi dua pasangan Cagubsu dan Cawagubsu. Berdasarkan hasil hitung cepat Eramas unggul, berarti merekalah bakal memimpin Sumut, jika Djoss yang menang mereka juga menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur," terangnya.

Latar belakang para pejuang kemerdekaan yang suidah wafat dan yang masih hidup, kata politisi PDI Perjuangan ini  tidak semuanya dari militer, banyak juga dari sipil. "Apalagi "pertarungan" Pilgubsu sudah usai, kenapa harus rebut terhadap persoalan yang tidak perlu dipersoalkan. Mari kita hormati jiwa patriotisme orangtua kita.  Ingat, kita PPM adalah putra-putri kandung pejuang, malu  kalau seperti ini saja kita perdebatkan," tegasnya. (A10/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru