Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026
Konpen GBKP 2018 Ditutup

Jemaat GBKP Didorong Aktif dalam Pemilihan Presiden dan Legislatif

- Minggu, 26 Agustus 2018 11:58 WIB
467 view
Jemaat GBKP Didorong Aktif dalam Pemilihan Presiden dan Legislatif
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Pengurus Konpen GBKP Pdt Erick Barus, Pdt Kalvin Jawak, Pdt Christoper Sinulingga, Ketua dan Sekretaris Umum Moderamen Pdt Agustinus Purba, Pdt Rehpelita Ginting foto bersama dengan salah seorang pembicara Prof Dr Katimin pada acara Konpen G
Sibolangit (SIB) -Koferensi Pendeta (Konpen) GBKP 2018 yang dilaksanakan selama 5 hari di Retreat Centre Sukamakmur, Sibolangit,  Jumat (24/8) ditutup dan menghasilkan keputusan dan pesan pastoral yang segera disosialisasikan ke jemaat. Konpen ditutup dengan ibadah dan perjamuan kudus yang dipimpin Ketua Konpen Pdt Dr Erick J Barus. 

Dalam khotbahnya yang diambil dari 3 Yohanes 1:11a Pdt Erick mengatakan, melakukan kebiasaan yang baik bukan hanya berdampak pada keberhasilan, namun juga menjadi sebuah kesaksian  sebagai anak Tuhan. Maka dari itu untuk mencapai keberhasilan dalam hidupdan pelayanan, buatlah kebiasaan yang baik sesuai dengan ajaran Alkitab.

Pesan Pastoral
Pesan pastoral  yang diputuskan dalam Konpen di antaranya pendeta sebagai kawan sekerja Allah untuk  menyatakan rahmat Allah kepada dunia, harus menyadari dan melaksanakan tugas sebagai guru, pengajar dan gembala. Sebagai gembala, Pendeta GBKP memerhatikan kehidupan dan menjaga keselamatan jemaatnya (Johanes 10:11-18). Keterpanggilan seorang pendeta harus didasari pada kasih yang terlihat dari  kemampuan untuk senantiasa peka, berempati, kesantunan dan kasih kepada seluruh  jemaat dan umat manusia (Ibrani 3:12).  Pendeta GBKP juga harus memiliki keberanian untuk memberitakan kabar baik (Injil) dalam segala situasi  berdasarkan iman, pengharapan dan takut akan Tuhan (II Timotius 4:2).

Pendeta GBKP juga mengimbau seluruh warga GBKP untuk memilih pemimpin yang mencintai perdamaian, kesatuan, keadilan, menjunjung tinggi persatuan, pluralisme dan kesejahteraan rakyat dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. Pendeta GBKP  juga harus secara tegas mencegah terjadinya upaya-upaya pencideraan terhadap demokrasi dan menghambat kejahatan berkuasa. GBKP berkomitmen untuk menghindari money politics, golput, intimidasi dari pihak-pihak yang ingin memaksakan keinginan berkuasa. Pendeta GBKP mendorong warga GBKP untuk aktif dalam pemilihan presiden dan calon legislatif.   

Pesan lainnya, Pendeta GBKP menyadari bahwa seluruh manusia berharga. Peristiwa-peristiwa yang selama ini mengancam adanya sikap atau tindakan yang diskriminatif terhadap penderita HIV-AIDS harus ditolak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sosialisasi kepada seluruh warga GBKP dan masyarakat untuk memahami secara lebih mendalam tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan HIV-AIDS. Pendeta GBKP sedapat mungkin aktif menjalin kerjasama dengan pemerintah, lembaga-lembaga lain dan juga memberikan pencerahan melalui bimbingan-bimbingan yang dikeluarkan GBKP. Pendeta GBKP berperan aktif  mendampingi keluarga dan juga penderita HIV-AIDS. Untuk memantapkan sosialisasi ini, Pendeta GBKP menginisiasi  relawan anti Narkoba, HIV-AIDS di runggun-runggun dengan merangkul seluruh elemen di gereja dan masyarakat lewat mekanisme aturan GBKP. (R5/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru