Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Februari 2026

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Sumut 329.330 Ton

- Sabtu, 01 September 2018 14:15 WIB
334 view
Medan (SIB)- Alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Tahun Anggaran 2018 di Sumatera Utara  sebanyak 329.330 ton dengan rincian  jenis pupuk urea 169.110 ton, jenis  ZA 51.610 ton, SP 36, 48.740 ton, NPK 128.080 ton jenis dan pupuk organik 31.790 ton. Alokasi  ini berdasarkan keputusan  Kepala Dinas (TPH) Tanaman Pangan dan Holtikultura untuk alokasi kebutuhan tahun  2018.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikutura Sumatera Utara HM Azhar Harahap melalui Kabid  Sarana dan Prasarana Jonni Hakim Purba kepada SIB, Jumat (31/8).

Disebutnya, realisasi  penyaluran pupuk bersubsidi  setahun yakni jenis pupuk urea sebanyak 86.989,5 ton (51,44%), SP36  sebanyak 36.038,5 ton (73,94%), ZA 31.418,5 ton (60,88%), NPK 83.909 ton (65,51%) dan organik 11.190 ton (35,2%).

Sedangkan realisasi pencapaian pupuk bersubsidi  sejak Januari sampai dengan Juli   2018, katanya, jenis pupuk urea 101,01%,  SP  36 146,29%, ZA  114,74%, NPK  131,43% dan organik 68,93%.

Diketahui HET pupuk bersubsidi urea yakni Rp 1.800 per Kg, SP36 Rp 2.000 per Kg, ZA Rp 1.400, NPK Rp 2.300 dan organik Rp500 per Kg.

"Jadi dari semua jenis pupuk ini terbanyak di Sumut jenis urea untuk kebutuhan sektor tanaman pangan sebanyak  169.110 ton serta  NPK sebanyak  128.080 ton," ungkapnya.

Berdasarkan data, dari 32 kabupaten di Sumut tertinggi serapan   jenis pupuk urea yakni  Kabupaten  Simalungun, Karo, Deli Serdang, Dairi, Asahan, Tapanuli Utara, Tapsel, Tobasa, dan Madina. Sedangkan yang tidak mendapat pupuk  bersubsidi yakni Sibolga karena memang tidak ada pertanian di sana.

Ditanya adanya keluhan  para petani di sejumlah daerah di Sumut  sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, Kadis memaparkan  para petani harus tergabung dalam kelompok tani. Mereka harus  membuat RDKK dibantu  petugas penyuluh lapangan (PPL)  di awal tahun. Atas dasar  RDKK  petani ini bisa membeli pupuk ke kios. (A2/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru