Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Februari 2026

Kanit Reskrim Dimutasi, Warga Demo Polres Tanjungbalai

- Kamis, 27 September 2018 11:23 WIB
794 view
Kanit Reskrim Dimutasi, Warga Demo Polres Tanjungbalai
SIB/Usni Pili Panjaitan
TOLAK : Puluhan warga demo Mapolres Tanjungbalai, Senin (24/9) mendesak Kapolda Sumut membatalkan surat keputusan pemutasian AKP Suharmono dari jabatan Kanit Reskrim Polsek Tanjungbalai Selatan.
Tanjungbalai (SIB) -Pasca dimutasinya AKP Suharmono dari jabatannya sebagai Kanit Reskrim Polsek Tanjungbalai Selatan, sesuai surat telegram rahasia (STR) Kapolda Sumut Nomor 1139/IX/2018, puluhan warga dengan membawa spanduk mendatangi Mapolres Tanjungbalai, Senin siang sembari berorasi mendesak pembatalan pemutasian Suharmono, Senin (24/9).

Massa menyampaikan tiga tuntutan yakni, mendesak Kapolda Sumut membatalkan surat mutasi terhadap AKP Suharmono, mendesak Kapolres Tanjungbalai dan DPRD merekomendasikan peninjauan ulang surat mutasi tersebut, dan menegaskan bahwa AKP Suharmono sangat dibutuhkan dalam mengungkap dan memberantas peredaran narkoba di Tanjungbalai.

Menurut massa untuk memberantas penyalahgunaan narkoba, dibutuhkan aparat penegak hukum yang serius dalam memberantas peredarannya. AKP Suharmono sosok yang tepat dan telah membuktikan dirinya dalam menjalankan tugasnya.

"Beliau (Suharmono) bukan hanya memimpin tapi langsung bertindak dalam melaksanakan rehabilitasi anak-anak yang rentan terhadap tindak kriminalitas termasuk narkoba, "teriak orator aksi saat berdemo di depan Mapolres Tanjungbalai.

Keseriusan AKP Suharmono memberantas peredaran gelap narkoba bukan hanya di wilayah hukum Polsek Tanjungbalai Selatan, lebih dari itu di beberapa kecamatan di Tanjungbalai hingga di Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. Terbukti dimana banyaknya kasus narkoba yang ditangani Polsek Tanjungbalai Selatan yang diekspos di media cetak maupun elektronik.

Desakan warga yang demo, ditanggapi serius Kasat Intelkam Polres Tanjungbalai AKP Usrat Aminullah melalui pengeras suara, mengingatkan warga khususnya kaum ibu agar membubarkan diri. Sebab aksi yang mereka lakukan tanpa adanya pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

"Masalah mutasi itu urusan rumah tangga kami, urusan rumah tangga kepolisian, kalian harus memahami itu. Di sisi lain kalian tanpa pemberitahuan datang ke Polres berteriak-teriak memprovokasi massa. Ngomong baik-baik kami masih mendengar kok, ini masalah internal kami," tegas Usrat kepada massa pendemo.

Usrat bahkan menegaskan, Polres Tanjungbalai siap berkomunikasi secara baik-baik dan bukan dengan berteriak-teriak di depan umum. Karena persoalan mutasi urusan internal dan merupakan kewenangan pimpinan Polri yakni Kapolda Sumut.

Massa selanjutnya menggelar orasi di Kantor DPRD Tanjungbalai mendesak DRPD merekomendasikan pembatalan pemutasian AKP Suharmono. Usai berorasi massa membubarkan diri secara tertib.

AKP Suharmono mendadak terkenal di Kota Tanjungbalai karena sepak terjangnya memberantas peredaran narkoba. Bahkan nama Suharmono juga dikenal di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Asahan. 

Perwira kepolisian yang satu ini seakan tak kenal lelah mengejar para pengedar narkoba. Bahkan di lingkungan Polres Tanjungbalai, Polsek Tanjungbalai Selatan merupakan Polsek yang memiliki rangking tertinggi dibanding beberapa Polsek lain dalam hal pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba.(E08/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru