Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026
Malik Assalih Harahap:

Masyarakat Harus All Out Dukung Kapoldasu Tumpas Premanisme

- Senin, 01 Oktober 2018 14:30 WIB
649 view
Masyarakat Harus All Out Dukung Kapoldasu Tumpas Premanisme
SIB/Dok
BERSAMA: Pemerhati kepolisian Malik Assalih Harahap, bersama Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto, Jumat (28/9), usai bertemu di ruang kerjanya di Mapoldasu.
Medan (SIB)- Pemerhati Kepolisian Sumut Malik Assalih Harahap mengapresiasi  keberanian dan nyali  Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto dalam pemberantasan premanisme di Sumatera Utara. Program Kapoldasu itu 'wajib' didukung semua pihak dan masyarakat Sumatera Utara.

"Kita sangat salut dan bangga atas kinerja Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto, sejak dilantik menjadi Kapolda Sumut langsung buat gebrakan dengan seruan pemberantasan premanisme. Bahkan, langsung turun ke lapangan menertibkan berbagai sarang preman seperti Terminal Amplas,  menertibkan pos lalu lintas dan pos OKP di trotoar yang mengganggu pejalan kaki," ujar Malik Assalih Harahap, Jumat (28/9), usai ketemu Kapolda Sumut di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, preman harus diberantas dari berbagai sendi perekonomian yang sudah banyak dikuasai preman, bahkan lahan-lahan parkir pun dikuasai preman. Di mana-mana preman selalu meresahkan masyarakat, bahkan untuk membangun rumah sendiri pun harus menyetor uang keamanan, kalau tidak para tukang tidak nyaman bekerja. "Kondisi ini sangat ironis, padahal selama ini ada Polri sebagai aparat keamanan. Inilah yang mau ditegakkan Kapolda Sumut, negara harus dibuat berwibawa dan negara tidak boleh kalah dengan preman," ujarnya.

Malik menambahkan, yang dilakukan Kapoldasu itu sudah sangat tepat. Bahkan kebijakan Kapoldasu  dikatakan punya keberanian, karena berhadapan dengan preman.

Dikatakan juga, pati Polri yang sudah malang melintang di bidang reserse ini, sudah mewakafkan jabatannya untuk menjaga Kamtibmas di Sumut. Namun yang terpenting saat ini dukungan masyarakat, sebab selama ini masyarakat mengeluhkan maraknya premanisme di Sumut.

"Inilah saat yang tepat ketika beliau jadi Kapolda Sumut dan komit membasmi preman, masyarakat, stakeholder, para aktivis mahasiswa dan tokoh masyarakat harus bersuara, karena beliau sudah menabuh gendang perang terhadap preman," katanya.

Malik yang juga Wasekjend DPP BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) itu mengatakan, sejak  dilantik, Kapoldasu Agus Andrianto mengajak masyarakat menjaga kekondusifan, bahkan sudah beberapa kali makan bersama para tukang becak di halaman Mapoldasu dan Lapangan Merdeka. 
"Saya dan keluarga,  menunjukkan rasa hormat atas sikap rendah hati dan kesadarannya bahwa jabatan itu tidak kekal. Bahkan undangannya kepada para bilal mayit, nazir mesjid, penggali kubur untuk syukuran atas dilantiknya jadi Kapolda merupakan rasa berbagi dan kepedulian yang tinggi. Ini dilakukan karena dengan begitu kita diajak mengingatkan kematian dan supaya rendah hati dan pekerjaan mereka itu sangat mulia. Apa yang dilakukan Pati Polri Akpol 1989 kelahiran 16 Februari 1967 ini patut diapresiasi, dan akan meningkatkan trust terhadap Polri. Trust pada polri, ini sudah tepat dengan program Kapolri melalui Promoter," ujar Malik yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.(R6/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru