Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 02 Juni 2026

Cabang Fahmil Qur an Putra, Sumut Melaju ke Semifinal

* Cabang Syarhil Tampil Memukau
- Selasa, 09 Oktober 2018 18:14 WIB
440 view
Medan (SIB)- Tampil dominan dan mengesankan, tiga peserta asal tuan rumah provinsi Sumut menyita perhatian dan mendapat dukungan penonton di hari kedua babak penyisihan grup cabang Fahmil Qur'an MTQN XXVII yang digelar di aula UIN Sumut, Senin (8/10).

Adalah Zaky Marzuki Affandi, Muhammad Nizar Hamdi Nasution dan Nouval Mursyid Rahmadinata, tiga remaja asal Sumut yang selama enam bulan terakhir mendapat bimbingan dan latihan secara intensif, termasuk melakukan training center dari sejumlah ustadz kondang di Medan. Mereka terpilih menjadi wakil tuan rumah di cabang Fahmil Qur'an.

Dalam sesi wawancara kepada media, Muhammad Nizar selaku juru bicara, mengakui persaingan di masing-masing grup pada babak penyisihan cabang Fahmil Qur'an MTQN XXVII tahun 2018 berjalan cukup ketat. "Semua peserta yang tampil sejak kemarin hampir rata-rata menguasai jawaban dari soal-soal yang dipertanyakan dewan hakim. Meskipun tingkat kesulitan soal yang dilombakan tahun ini cukup beragam," jawab Nizar yang sedang menimba ilmu di Universitas Negeri Riau.

Menjadi tuan rumah dengan target juara, sejak awal memang sudah dicanangkan pelatih kepada mereka. Menatap laga berikutnya, Nizar dan kawan-kawan berjanji akan tetap fokus dan mempersiapkan diri lebih baik, termasuk menghindari kesalahan-kesalahan sekecil mungkin. "Kami akan fokus terutama untuk soal-soal hadist dan ayat-ayat Al-Qur'an yang dipertanyakan. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari segenap warga Sumut agar bisa melaju terus hingga ke final. Target kami yang utama adalah tampil dengan performa terbaik," sebutnya.

Sementara pelatih regu kafilah asal Sumut, Dr Syafruddin Syam MAg yang juga hadir dan memberikan dukungan kepada anak didiknya, berharap yang terbaik agar tuan rumah berhasil sebagai juara. "Kami dari tim pelatih selalu berusaha memberikan yang terbaik agar tim tuan rumah bisa tampil maksimal dan meraih poin tertinggi di setiap laga. Sekaligus memenangi babak soal yang diperlombakan, baik soal pilihan maupun rebutan," kata ustadz Syam.

Memukau
Sementara itu ada yang menarik dari perlombaan cabang syahril Quran pada Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII. Seorang peserta nomor 026 asal dari Provinsi Sumatera Utara, terlihat tampil memukau dengan membawakan tema 'Penguatan Keluarga dalam Menopang Ketahanan Nasional'.

Perlombaan digelar di UINSU Jalan Sutomo, Senin (8/10) ini, disambut antusias oleh penonton yang memenuhi Gelanggang UINSU Sutomo. Peserta yang rata-rata duduk di bangku sekolah aliyah ini menyampaikan isi materi bahwa persatuan adalah tiang penyangga daya suatu negara. Di mana kemajuan atau kemunduran suatu negara ditentukan oleh persatuan dan kesatuan bangsanya. Bangsa yang makmur adalah bangsa yang bersatu sedangkan bangsa yang hancur adalah bangsa yang berseteru. Sementara Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas berbagai macam ras, suku dan agama. Sementara Allah SWT telah mengisyaratkan umat Islam memperkokoh persatuan dan kesatuan serta melarang untuk bercerai berai. 

"Materi yang terpilih ini menggambarkan Provinsi Sumatera Utara dan Indonesia yang memiliki banyak keberagaman baik suku, agama dan adat istiadat," kata M Agung sebagai Pensyarah peserta asal Sumut. 

Dikatakannya, mereka yang membawa nama tuan rumah Provinsi Sumut, berharap dapat masuk menjadi finalis dan jadi pemenang. "Tadi saat tampil kami dapat banyak support dan dukungan. Ini membuat kami semangat menampilkan yang terbaik karena kami sudah melakukan banyak persiapan yang dibantu pelatih-pelatih profesional," ungkapnya. 

Peserta nomor 026 cabang Syarhil Quran dari Provinsi Sumut mendapatkan skor 90,17 atau mendekati peserta nomor 012 dari Provinsi Banten dengan skor 90,33. Sementara peserta puteri sebelumnya hanya mendapat skor 82,67. 

Pembina Cabang Syarhil Quran Provinsi Sumut, Dr Sugeng Wanto MA mengatakan, pihaknya berharap peserta putera cabang Syahril Quran bisa masuk final. Karena dilihat dari sisi penilaian mereka masih berpeluang dengan skor 90,17 meski ada sesi berikutnya, sehingga dapat mengharumkan nama Provinsi Sumut. 
Di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Prof H Muhammad Hatta menyatakan harapannya untuk seluruh cabang yang diperlombakan pada MTQ nasional tahun 2018 ini dapat berjalan lancar dan baik, serta peningkatan prestasi bagi Provinsi Sumut. 

"Selama ini pada cabang qori dan hafiz, Provinsi Sumut gudangnya pemenang dan sekarang kita tonjolkan bidang Syarhil Quran agar dapat prestasi baik," pungkasnya.

Tafsir Alquran
Sementara itu Cabang Tafsir Alquran Golongan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang diselenggarakan di Aula H Anif Universitas Negeri Medan berjalan lancar. Hal itu diungkapkan Imamul Muttaqin Guru MAN 2 Model Medan yang bertugas sebagai pembawa acara pada musabaqah itu, Senin (8/10).

Dijelaskan, Musabaqah Tafsir Alquran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dimulai tepat pukul 08.00 WIB sesuai jadwal yang ditentukan dengan menampilkan 12 hafizh dan hafizah setiap hari. Pada hari pertama, kontingen yang tampil berasal dari Maluku, Jawa Barat, Kepri, Sulsel, Papua Barat, Jakarta, Kaltim, Banten, Riau, Jatim, Kalut, NTB, Sumsel, Kalteng, Kaltim dan Sumbar.

Imam melanjutkan, pelaksanaan Musabaqah Tafsir Alquran tingkat nasional pada tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena menggunakan sistem IT yang sangat canggih. Setiap peserta harus mendaftarkan kedatangannya melalui finger print dan sebelum penampilan peserta harus finger print kembali, secara otomatis akan muncul e-Maqra yang akan dibacakan peserta.

Sementara itu menurut Ketua Majelis Hakim asal Sulawesi Selatan Prof Dr H Abd Rahim Yunus MA, Musabaqah Tafsir Alquran yang diselenggarakan di Sumatera Utara ini relatif berjalan lancar, walaupun ada kendala sedikit, namun penanggung jawab acara segera tanggap untuk menyelesaikan hal tersebut.

"Dalam sistem musabaqah ini, ada lima pertanyaan. Pertanyaan pertama sampai keempat, pertanyaan yang berkaitan dengan hapalan Alquran, sedangkan pertanyaan kelima merupakan pertanyaan Tafsir Alquran berkaitan dengan membaca ayat Alquran yang ditentukan dewan hakim, makna mufradat Alquran, terjemah, tafsir Ijmali, Asbabun Nuzul, Munasabah. Pertanyaan terkait tafsir dan pelajaran yang dapat diambil dari ayat Alquran," tutup Yunus. (A12/A11/q/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru