Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026
Maju ke DPR RI

Herri Z Hutajulu: Politik Adalah Tentang Pengabdian

- Rabu, 24 Oktober 2018 13:50 WIB
402 view
Herri Z Hutajulu: Politik Adalah Tentang Pengabdian
Drs Herri Zulkarnain Hutajulu MSi
Medan (SIB)- Setelah sukses menjadi Anggota DPRD Kota Medan selama dua periode, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu MSi memutuskan maju di Pemilihan Legisatif (Pileg) 2019 sebagai calon anggota DPR RI Dapil Sumatera Utara (Sumut) I, meliputi Kota Medan, Deliserdang, Tebingtinggi dan Serdang Bedagai, menggunakan mesin partai yang sama yaitu Demokrat.

Herri yang sewaktu kuliah bekerja sebagai Satpam itu, menjabarkan alasannya terjun ke politik, hingga kemudian ikut bertarung sebagai Caleg DPR RI di Pileg 2019. Menurutnya, politik adalah tentang pengabdian. Herri merasa pengabdiannya selama ini di Kota Medan harus ditingkatkan. Sudah saatnya, ia mengabdi untuk wilayah yang lebih luas lagi.

Kepada SIB, Selasa (23/10) Herri menyebutkan sebelum menjadi Anggota DPRD Kota Medan, ia menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Medan. Selain itu, ia juga merupakan manajer di beberapa perusahaan. Jadi secara materi untuk keluarga sudah cukuplah. Karenanya terjun ke politik ini murni panggilan hati. Untuk berbuat sesuatu kepada masyarakat. Kebetulan keluarga dan teman-teman juga sangat mendukung, ujarnya. 

Ia menjelaskan, dirinya maju di Pileg 2019 sebagai Caleg DPR RI, tak lepas dari dukungan banyak pihak dan permintaan dari masyarakat. Selama menjabat sebagai anggota DPRD Kota Medan, ia selalu menyempatkan waktu untuk berkunjung ke daerah lain di Sumut dan sambutan mereka pun sungguh luar biasa.

Meski demikian, ia mengatakan ketika nantinya terpilih menjadi Anggota DPR RI, bukan berarti dirinya akan melupakan Kota Medan yang telah membesarkannya. Ia tetap akan melakukan hal yang sama seperti yang selama ini ia lakukan untuk warga Kota Medan. Apalagi, Medan menjadi salah satu daerah pemilihannya.

"Prinsip saya, selagi masih bisa melakukan sesuatu untuk orang banyak maka lakukanlah. Dan saat ini saya merasa masih bisa melakukan itu. Tetapi, Kota Medan ibarat rumah orang tua saya, tidak mungkin ada orang yang tega melupakan keluarga yang telah membesarkannya, kecuali orang-orang yang tidak punya hati," ujarnya mengakhiri. (A13/c)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru