Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

RS Vina Estetica Tangani Penderita Kelainan Darah dan Kanker dengan Radiologi Intervensi

- Senin, 05 November 2018 10:16 WIB
1.268 view
Medan (SIB) -Rumah Sakit Umum (RSU) Vina Estetica telah memiliki Cath Lab Radiologi Intervensi untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap pasien. Fungsi Cath Lab Radiologi Intervensi ini untuk mendiagnosis dan terapi terhadap penyakit-penyakit yang dapat ditangani.

"Alat angiosuite ini telah digunakan untuk melayani pasien yang menderita kelainan pembuluh darah baik di otak ataupun pembuluh darah lainnya pada tubuh, serta berbagai macam kanker seperti kanker hati, pankreas, kanker ginjal dan tumor vascular," kata penanggungjawab cath lab RS Vina Estetica dr Dahnial Syahputra SpRad (K) RI di ruang kerjanya di RS Vina Estetika, Sabtu (3/11).

Dikatakannya, pemeriksaan radiologi intervensi dengan metode Digital Substraction Angiography (DSA) tersebut selain bisa mengobati masalah pembuluh darah juga dapat menunjukkan adanya penyempitan, penyumbatan, aneurisma (penggelembungan abnormal) pada pembuluh darah dan sebagainya.

"Oleh karena itu, teknologi ini bisa digunakan untuk masalah lain yang berhubungan dengan gangguan pembuluh darah. Selain untuk mendiagnosa penyumbatan darah yang menyebabkan stroke. DSA juga digunakan untuk mendeteksi dan menentukan jenis terapi untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah kaki, banyak penderita tumor hati yang sudah dilakukan dengan Transarterial Chemoteraphy (TC). Di mana kateter disalurkan lewat arteri untuk menyalurkan obat kemoterapi langsung ke target tindakan lain yang dapat dilakukan di cath lab radiologi RS Vina Estetica adalah Radiofrequency Ablation, Chemoport Instertion, DSA Thrombolysis, Embolisasi perdarahan saluran cerna, thoracic endovascular aneurysm repair (TEVAR), coiling, ballon dan stent detachment serta Percutaneous Transhepatic Biliary Drainage," jelas alumni FK UISU itu.

Dikatakan alumni spesialis radiologi Universitas Padjajaran ini, radiologi intervensi dapat berperan juga dalam kasus-kasus perdarahan saluran cerna, perdarahan intra uterina serta embolisasi tumor pra operasi untuk mengurangi resiko perdarahan, serta penanganan pembesaran prostat atau BPH, varicocele serta mioma uteri.

"Berpuluh tahun radiologi intervensi telah terbukti merupakan suatu cara diagnostik dan terapi yang lebih mudah dibandingkan dengan teknik bedah konvensional dan mengurangi biaya operasi dan anastesi umum. Penyembuhan pasien lebih cepat sehingga lama perawatan sangat pendek. Bahkan pada beberapa kasus pasien dapat pulang di hari yang sama," jelas dokter berkaca mata tersebut.

Sejak alat tersebut diluncurkan pada 2017 lalu, tim cath lab yang dipimpinnya sudah banyak melakukan tindakan baik intervensi vaskular dan non vaskular terhadap pasien dari dalam maupun luar Kota Medan.

Memang untuk pelayanan radiologi intervensi ini tidak murah, biayanya di bawah Rp100 juta, tergantung penyakit, kesulitan penanganan dan jenis obat yang digunakan. Sejak alat tersebut diluncurkan, dirinya sudah menangani lebih kurang 200 pasien.

Direktur RSU Vina Estetica dr Vanny Sembiring MARS didampingi Manajer Operasional dr Jerahim SpPD menambahkan bahwa kini rumah sakit yang dipimpinnya tersebut memiliki radioterapi untuk melakukan radiasi terhadap pasien yang menderita kanker.

"Jadi begitu banyak kasus yang kita hadapi. Kalau di Medan alat seperti ini ada di tiga rumah sakit, salah satunya di RS Vina Estetica. Bahkan, kita sudah mendapat penghargaan Bapeten Safety and Security Award dengan sangat memuaskan untuk keamanan radiotherapi," pungkasnya. (A17/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru