Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 Juli 2026

Kepsek Merangkap Wali Kelas I Sampai Kelas VI di SD Negeri 057768 Sei Udang Langkat

Redaksi - Kamis, 16 Januari 2020 11:55 WIB
302 view
Kepsek Merangkap Wali Kelas I Sampai Kelas VI di SD Negeri 057768 Sei Udang Langkat
SIB:Lesman Simamora
Siswa kelas III digabung dalam satu ruangan dengan kelas IV saat belajar di SDN 057768 Sei Udang tepatnya di desa tertinggal Desa Pangkalansiata Kecamatan Pangkalansusu Langkat, foto direkam, Rabu (15/1).
Pangkalansusu (SIB)
Salah satu wajah buram pendidikan di Langkat, terdapat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 057768 Sei Udang, tepatnya di desa tertinggal Desa Pangkalansiata Kecamatan Pangkalansusu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Sudah tahunan di sekolah itu hanya ada satu tenaga pendidik berstatus Aparatur Sipil Negara (ANS), dia kepala sekolah merangkap wali kelas mulai dari kelas I s/d kelas VI, dia juga guru agama serta olahraga.

Guru itu bernama Dadek Sumarni. Sudah puluhan tahun dia mengabdi di sekolah tersebut mulai dari wali kelas hingga menjadi kepala sekolah. Kini sang guru terpaksa ekstra kerja keras mengajar dan mendidik puluhan siswa di desa tertinggal Desa Pangkalansiata.

"Sedihnya, jika sang guru mengikuti rapat dinas di tingkat kecamatan atau di kabupaten, murid terpaksa belajar masing-masing kelas tanpa kehadiran guru, hanya diawasi oleh penjaga sekolah", kata Kasek Dadek Sumarni yang ditemui SIB di ruang kerjanya, Rabu (15/1).

Sebelum berangkat mengikuti rapat, ia menitipkan anak-anak kepada penjaga sekolah, agar mereka diawasi saat jam pelajaran.
Disinggung upaya apa yang dilakukan untuk menambah guru, ia mengatakan sudah beberapa kali mengusulkan agar dinas terkait menempatkan guru ASN ke sekolah ini, tapi sejauh ini tak juga ada tambahan guru.

Dirinya berharap agar Dinas Pendidikan Kab Langkat menempatkan guru berstatus ASN ke sekolah itu. "Kalau guru non ASN siapa yang bayar gajinya? Dana BOS tidak cukup, karena jumlah siswa di sekolah ini relatif sedikit," sambungnya.

Ironisnya, di sekolah tersebut hanya ada tiga ruang kelas belajar (RKB) sehingga terpaksa dilakukan penggabungan siswa pada saat jam belajar. Murid kelas I-II digabung satu ruangan. Kelas III-IV satu ruangan, dan Kelas V-VI satu ruangan.

Digabungnya siswa kelas satu & kelas dua, kelas 3 & kelas 4, kelas V & kelas VI, saat proses pembelajaran mengakibatkan siswa kesulitan menangkap /menerima bidang studi yang diajarkan gurunya.

Ketika peserta didik tidak mampu menerima materi yang disampaikan oleh guru, maka para siswa yang berbeda kelas akan merasa kesulitan mengerjakan soal, baik di sekolah maupun di rumah. Lagi-lagi oknum Kasek mengatakan, dirinya sudah berupaya maksimal agar anak anak tetap bisa belajar.

"Hanya mengandalkan seorang guru di daerah terpencil itu, dapat dipastikan pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana layaknya standar mutu pendidikan sekolah dasar negeri di SDN 057768 Sei Udang tersebut," ucap pemerhati pendidikan di Pangkalan Brandan, Chairuddin kepada SIB.

Apa yang menjadi keprihatinan dan kegalauan sang Kasek, ini merupakan akibat kurangnya tenaga pengajar (guru) di sekolah itu. Kondisi seperti ini sudah berjalan enam tahun belakangan ini, ungkap Chairuddin yang ketika itu ikut turun bersama SIB ke sekolah tersebut. (M25/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru