Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Gerindra Minta Kader Realistis, Ihwan Ritonga Tetap Optimis di Pilkada Medan

* PKS Siap Menangkan Kotak kosong, 3 Parpol Gagas "Poros Baru"
Redaksi - Selasa, 21 Januari 2020 11:40 WIB
260 view
Gerindra Minta Kader Realistis, Ihwan Ritonga Tetap Optimis di Pilkada Medan
news.detik.com
Ihwan Ritonga
Medan (SIB)
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani meminta kader realistis bila berniat maju di pilkada serentak, termasuk Pilwalkot Medan. Kader Gerindra, Ihwan Ritonga, yang berniat maju sebagai bakal calon walkot, mengaku tetap optimistis di Pilkada Medan.

"Pasti yang didorong (di pilkada) itu kader. Gerindra kan memang partai kader. Realistis itu kan bisa bermacam-macam pandangan, bukan hanya Kota Medan, tapi ada 23 kabupaten/kota (Sumut) akan ikut pemilu," ujar Ihwan Ritonga saat dihubungi, Senin (20/1).
Realistis dalam pandangan Ihwan Ritonga berbicara soal kemampuan bakal calon, pemetaan survei, serta kekuatan pendukung juga parpol pengusung.

Ihwan Ritonga, yang juga Wakil Ketua DPRD Medan menegaskan, kewajibannya menemui masyarakat. Turun ke lapangan ini, ditegaskan Ihwan, sudah lama dilakukan bukan karena niat maju Pilkada Medan.

"Dari awal kita selalu turun di tengah-tengah masyarakat, bukan karena kita mau ikut calon pilkada baru turun. Turun di tengah-tengah masyarakat merupakan kegiatan yang terus-menerus karena kita sebagai kader partai di Gerindra dituntut terus supaya selalu hadir di tengah masyarakat," sambungnya.

Turun berinteraksi langsung dengan masyarakat, disebut Ihwan Ritonga, juga merupakan bagian dari perintah Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Sekjen Gerindra sebelumnya meminta kader realistis jika ingin maju menjadi calon Wali Kota Medan. Gerindra sampai saat ini belum memutuskan calon yang akan diusung di Pilkada Medan 2020.
"Kita mendorong teman-teman kader partai untuk maju. Tapi kalaupun maju, supaya lebih realistis lagi," kata Muzani di Grand Inna Medan, Minggu (19/1).

KOTAK KOSONG
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih menjajaki koalisi. Tapi PKS Medan ancang-ancang bersiap memenangkan kotak kosong bila ditinggal gerbong.

"Kalau PKS ditinggal sendiri, maka PKS siap memenangkan kotak kosong. Makanya kader PKS jangan galau, kader PKS harus optimis," ujar Ketua DPD PKS Medan Salman Alfarisi dalam Rakorda PKS Medan di Hotel Soechi, Minggu (19/1).

PKS Medan menyindir Gerindra yang dinilai 'galau' menetapkan calon wali kota Medan. Padahal Gerindra punya kader yang bersiap maju Pilkada Medan, yakni Ihwan Ritonga.

"Bahkan yang kursinya ada 10 kursi sekalipun, tidak ada yang clear siapa calonnya. Asal ditanya, siapa calon Gerindra? Oh belum tahu. Mereka 10 kursi. Kalau kita 10 kursi, sejak bulan November sudah selesai. Betul nggak? Tapi yakin, Gerindra hatinya ke PKS," tutur Salman.

PKS ditegaskan Salman masih berupaya menggodok bakal calon wali kota Medan yang terbaik. Komunikasi politik dengan parpol lain terus dijajaki.

"Bagi PKS, tidak penting jadi wali kota, tidak penting kalau tidak berkah. Tidak penting jadi wakil wali kota kalau tidak berkah. Bagi PKS, baik jadi wali kota atau tidak, yang penting berkah," sambung Salman.

Karena itu, Salman mendorong kader PKS di Medan terus bekerja. Aspirasi warga Medan harus diserap.
"Jadi makanya kita minta ridho Allah. Kalau Allah SWT ridho kepada PKS, Allah akan membisikkannya kepada seluruh masyarakat Kota Medan. Maka ketika masyarakat Kota Medan ridha, maka mereka akan secara terang-terangan akan menyampaikan kader PKS yang akan memimpin Kota Medan," tutur dia.

PESAN PRABOWO
Merespons sindiran PKS terkait belum menetapkan calon wali kota Medan meski punya kursi cukup untuk mengusung calon, Gerindra menegaskan sikap realistis.

"Gerindra mengajak PKS untuk mencari sosok terbaik yang bisa memimpin Kota Medan, tanpa harus ngotot memajukan kadernya," kata Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, saat dihubungi.
Sugiat menjelaskan Gerindra hingga saat ini masih mencari sosok terbaik. Gerindra pun membuka diri dalam menjajaki koalisi untuk Pilkada Medan.

"Gerindra partai terbuka. Kita diajarkan Pak Prabowo bukan ego partai yang dikedepankan. Sampai hari ini Gerindra masih melakukan proses penjaringan," sambung Sugiat.
"Ini bukan soal kader partai atau bukan, kita mencari sosok terbaik untuk memimpin Kota Medan agar tidak terjerat kasus hukum lagi seperti wali kota sebelumnya," imbuhnya.

"POROS BARU"
PDI Perjuangan Sumut menegaskan masih menjaring bakal calon wali kota Medan, Sumut. Proses penjaringan masih tahap survei kandidat.

"Kita masih proses penjaringan, masih proses survei," ujar Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman Saragih saat dihubungi, Senin (20/1).
Nantinya proses penjaringan, DPD PDIP akan diteruskan ke DPP. Diperkirakan proses ini berlangsung pada pertengahan Februari.
Sementara itu, soal parpol yang menggagas 'poros baru', PDIP merespons positif. Poros baru jelang Pilkada Medan ini digagas PKS, PAN, Demokrat.

"Bagus kali kalau PKS PAN dan Demokrat kalau melakukan berkoalisi, nggak ada masalah," sambungnya.
Sebelumnya tiga parpol, yakni PKS, PAN, dan Partai Demokrat, sepakat menggagas silaturahmi poros baru menjelang Pilkada Medan,. Ketiga parpol ini ingin mendorong munculnya tokoh baru dalam kontestasi Pilwalkot Medan.

"Kita menggagas silaturahmi dalam Pilkada Medan dengan poros baru. Ada kesepakatan silaturahmi kebersamaan menuju suksesnya Pilkada Medan. Arti sukses adalah tepat menentukan calon," ujar Ketua DPC Demokrat Medan Burhanuddin Sitepu kepada wartawan, Rabu (15/1).

Dalam pertemuan, sambung Burhanuddin, ketiga perwakilan parpol sepakat melakukan silaturahmi berkesinambungan. Silaturahmi poros baru disebut akan memetakan kondisi Medan dan calon-calon yang terbaik untuk Pilkada Medan.
"Kami tidak bicara kandidat. Kita kesepakatan mengusung putra terbaik di Kota Medan, ada unsur ketokohan. Jadi kita mau betul-betul mencari sosok yang terbaik," kata Burhanuddin. (detikcom/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru