Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026
Panitia Seminar Prospek Pariwisata Karo Audiensi ke Tourism Malaysia Medan

Malaysia Dukung Wisata Karo Volcano Park dan Paket Agrotoba Exotics

Redaksi - Selasa, 28 Januari 2020 11:30 WIB
373 view
Malaysia Dukung Wisata Karo Volcano Park dan Paket Agrotoba Exotics
SIB/Dok
Audiensi Tim Karo Volcao Park yang juga panitia seminar pariwisata karo berkunjung ke kantor Tourism Malaysia, Konjen Malaysia di Medan, Jumat (25/1). Tim antara lain, dr Anna Mariulina Bukit, Drs Te
Medan (SIB)
Negeri Malaysia melalui kantor Tourism Malaysia di Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, mendukung penyelenggaraan wisata Karo Volcano Park di Tanah Karo yang menjadi bagian dari paket wisata Tobalink, karena Tanah Karo adalah salah satu pintu gerbang destinasi Toba, selain Siantar-Simalungun.

Director Tourism Malaysia di Konjen Malaysia Medan Hishamuddin Mustafa, menyebutkan paket wisata gunung api Karo Volcano Park merupakan tarikan utama (baca: daya tarik) pengembangan wisata di Kabupaten Karo yang perlu dikembangkan karena juga memiliki aspek pelancongan internasional, terlebih berada di kawasan daerah (Karo) yang kaya akan pesona alam bunga-bunga dan keragaman seni-budaya.

"Karo Volcano Park itu bagus dan cukup memiliki daya tarik kuat dan harus dihubungkaitkan dengan potensi pariwisata sekitarnya seperti agrowisata buah, bunga, padi, jagung dan yang lainnya. Berwisata itu tidak hanya melihat ( things to see) tetapi harus ada 'life experiences' nyata seperti aksi tanam padi secara tradisional di daerah Karo dan Toba, aksi jalan kaki di lorong-lorong larikan (kebun-ladang) bunga-bunga, membangun kedai kopi di kebun-kebun kopi untuk citarasa khas yang lebih eksotik dibandingkan dengan minum kopi di restoran hotel atau di kafe-kafe kopi lainnya," paparnya kepada pers di Medan, Jumat (24/1).

Dia mengutarakan hal itu dalam pertemuan audiensi dengan Tim Karo Volcano Park, di Kantor Tourism Malaysia. Kunjungan dan pertemuan itu, selain bincang-bincang tentang profil, potensi dan prospek pariwisata Sumut yang selama ini menjadi salah satu pilihan pelancongan bagi turis asal Malaysia, juga untuk mengundang Hishamuddin sebagai salah satu narasumber pada seminar pariwisata Prospek Pariwisata Karo 2020, pada 28 Februari mendatang.

Tim itu terdiri dari Dr Anna Mari Ulina Bukit pendiri Yanada Holidays Medan selaku calon investor Wisata Karo Volcano Park, Drs Tenang Malem Tarigan Ak praktisi pendidikan pariwisata, Rally Tarigan pegiat promowisata dan Ir Jonathan Tarigan konsultan pariwisata. Seminar yang akan digelar di Kampus Politeknik Pariwisata AMIK-MBP jalan Jamin Ginting Medan itu, akan menampilkan permbicara dari kalangan travel, praktisi, dan pengusaha objek wisata.

Selain tentang seminar, pertemuan itu juga membincangkan hubungan dan kerja sama pihak Politeknik Pariwisata AMIK MBP Medan dengan jaringan perhotelan di Malaysia selama ini. Tenang Malem Tarigan memaparkan program studi (Prodi) Pariwisata jurusan perhotelan di Politeknik MBP telah memiliki mitra 60 hotel di Malaysia sebagai tempat mahasiswa dan alumni untuk magang dan pelatihan-pelatihan kerja perhotelah bertaraf internasional, sehingga mereka tersalurkan 100 persen lolos bekerja di sektor kepariwisataan di Indonesia maupun luar negeri.

"Tapi ada satu hal yang sangat penting dalam pengelolaan objek destinasi kita, yaitu soal kebersihan objek. Dalam pelancongan atau pariwisata harus dihindarkan segala sesuatu yang bikin sakit mata, seperti sampah, begitu juga yang bikin sakit hidung yaitu bau. Itu syarat utama pelancongan. Jika syarat utama itu tidak dipenuhi, pelancong tidak akan datang atau tidak akan datang lagi", tegas Hishamuddin serius.

Secara khusus dia mengungkapkan pengalamannya bersama pemerintah Malaysia dalam aksi pembersihan sungai Melaka yang pada tahun 2002 lalu. Sungai Melaka sangat kotor ketika itu hingga harus dikeruk limbahnya ke dasar sepanjang sungai.

Pembersihan total sungai Melaka mulai dari baik tubuh air (permukaan) hingga sempadan sekitar pemukiman di bantaran sungai Melaka. Hishamuddin pun mengisahkan proyek tata ulang semua rumah harus menghadap ke sungai Melaka, limbah-limbah rumah tangga ditapis sedemikian rupa sebelum dialirkan ke sungai Melaka.

"Biaya atau budget untuk pembersihan sungai Melaka itu sangat besar tetapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah kebersihan untuk pariwisata, rumah-rumah tradisional Melayu yang terdapat di tepi sungai Melaka direnovasi dan dipertahankan sebagaimana aslinya. Kini Melaka sebagai World Heritage City yang ditetapkan Unesco adalah sebuah destinasi wisata budaya dan sejarah dengan kunjungan wisatawan mancanegara 3-4 juta orang per tahunnya" paparnya. (M04/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru