Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Golkar Tidak akan Calonkan Enam Nama yang Diajukan Ormas Islam

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 11:09 WIB
810 view
Golkar Tidak akan Calonkan Enam Nama yang Diajukan Ormas Islam
lamanberita.co
Ilustrasi
Medan (SIB)
Partai Golkar sangat terbuka dan memberi ruang yang sama kepada masyarakat untuk mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Medan. Namun, sampai berakhirnya masa pendaftaran, enam nama bakal calon yang diajukan sejumlah Ormas Islam untuk maju di Pilkada Medan 2020, tidak ada mendaftar.

"Saya sebagai salah satu tim penguji fit and proper tes balon kepala daerah Partai Golkar Sumut sangat menyayangkan ke enam nama tersebut tidak ikut mendaftar," kata Ketua Koorbid Politik, Hukum & HAM DPD Golkar Sumut, HM Hanafiah Harahap SH kepada wartawan di Medan, Rabu (29/1).

Menurutnya, Golkar Sumut tidak akan mencalonkan keenam nama yang tidak mendaftar tersebut. "Kami mengimbau koalisi Ormas Islam untuk tidak, bermain-main kata dan hanya mewacanakan ke enam nama tersebut dengan mengabaikan tatacara Pilkada," ujarnya.

Ketika didesak siapa yang diusung figur bakal calon Pilkada Medan dari Partai Golkar, Hanafiah Harahap secara pribadi tegas mengatakan Bobby Nasution, sebagai sosok muda dan visioner. "Untuk itu Partai Golkar masih menunggu hasil survei. Survei dilakukan sebanyak tiga kali, dan DPP akan memutuskannya paling lambat akhir Maret 2020," tegas Hanafiah Harahap.

Sedangkan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya MIKom.I mengaku inisiatif sejumlah Ormas Islam mengusulkan enam nama sebagai bakal calon di Pilkada Kota Medan merupakan bentuk partisipasi politik masyarakat. "Hal ini harus dipahami juga sebagai pertanda positif bahwa demokrasi terbuka saat ini telah memberikan efek pendidikan politik yang lebih dewasa," sebutnya.

Namun demikian, proses politik dalam pemilihan kepala daerah sudah diatur dalam undang-undang. Hanya ada dua jalur politik dalam mencalonkan paslon untuk bisa berkontestasi dalam Pilkada langsung yaitu jalur partai politik dan independen.

Bila ormas-ormas tersebut menginginkan tokoh-tokohnya dicalonkan oleh partai politik, maka masih ada kesempatan untuk melakukan komunikasi politik kepada pimpinan partai politik. Ikutilah mekanisme yang sudah ditetapkan oleh masing-masing partai politik.

Menurutnya, jalur independen juga masih punya waktu, segera saja ormas-ormas tersebut membuktikan dirinya memiliki anggota yang banyak dan membawa jagoannya maju melalui jalur independen.

"Tetapi ormas-ormas Islam sebaiknya tidak terjebak dan masuk kembali ke dalam polarisasi politik identitas dengan semangat pecah belah. Itu tidak memberikan edukasi politik yang baik," pintanya.

Politik itu bersifat periodik, per lima tahunan berganti, koalisi politiknya juga sering dinamis. "Oleh karena itu, kami minta para tokoh Islam janganlah mempolarisasi politik periodik ini ke arah permusuhan antar masyarakat yang bersifat permanen," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah Ormas Islam di Kota Medan mengajukan enam nama sebagai bakal calon wali kota untuk maju di Pilkada Medan 2020. Partai Gerindra meminta agar Pilkada Medan tidak dikaitkan dengan politik identitas.

"Kita berharap kawan-kawan umat Islam mencari solusi terhadap permasalahan di Kota Medan. Paling penting semangatnya bukan berhenti di politik identitas, tapi semangatnya Kota Medan bisa bangkit seperti dulu, menjadi kota terbesar nomor 3 di Indonesia," ujar Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, saat dihubungi, Selasa (28/1).

Adapun keenam nama yang diajukan oleh koalisi Ormas Islam itu adalah Irfan Hamidy, Dedi Iskandar Batubara, Azwir Ibnu Azizi, Latif Khan, Qosim Nurseha, dan Abdul Hakim Siagian. (M17/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru