Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Direksi RS Pirngadi Minta BPJS Kesehatan Hapus Sistem Rujukan Berjenjang

Pasca Permenkes Nomor 3 Tahun 2020 Diteken
Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 11:25 WIB
2.322 view
Direksi RS Pirngadi Minta BPJS Kesehatan Hapus Sistem Rujukan Berjenjang
tobasatu.com
Ilustrasi RS Pringadi
Medan (SIB)
Direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan meminta BPJS Kesehatan segera menghapus sistem rujukan berjenjang. Hal ini dikatakan Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan MKes SpPD FINASIM, setelah ditandatanganinya Permenkes Nomor 3 Tahun 2020, dimana dalam pasal 6 rujukan berjenjang dihapus.

"Dulu di Permenkes 30 Tahun 2018 dikatakan ada rujukan berjenjang. Tetapi sekarang pasien bisa langsung berobat sesuai klasifikasi rumah sakit dan sesuai spesialis rumah sakit. Jadi dihapus rujukan berjenjang sesuai Pasal 6," kata Suryadi Panjaitan kepada wartawan di Aula I RSUD Dr Pirngadi Medan, Rabu (29/1).

Terkait penghapusan rujukan berjenjang tersebut, lanjut Suryadi, pihaknya sudah berjuang dan berkoordinasi dengan Pemko Medan dan BPJS Kesehatan sejak tahun lalu. "Tahun lalu sudah kita minta ke BPJS agar semua FKTP bisa langsung merujuk ke RS Pirngadi," imbuhnya.

Sebab, lanjutnya, sejak adanya rujukan berjenjang jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit menurun. "Kita apresiasi penghapusan rujukan berjenjang tersebut dan kita minta segera diberlakukan," tegasnya.

Dia juga menjelaskan, tahun 2020 pihaknya fokus pada peningkatan pelayanan yang berhubungan dengan SDM, sarana dan prasarana. "Kita sudah tambah layanan spesialisasi gigi konservasi konsultan dan dua dokter sudah di kredensial dan aktif melayani di Poli THT," sebutnya.

Terkait sarana prasarana, Suryadi menyampaikan pada tahun ini juga akan dilakukan pemeliharaan gedung dan rencana pembangunan private wings. Kemudian pembelian alat kesehatan berupa pengadaan laparoscopy, alat kesehatan untuk THT, menambah alat untuk ruangan intensif ICU dan ICCU, seperti tempat tidur elektrik, anastesi. Kemudian alat untuk urologi dan ESWL.
"Kita miliki 181 dokter spesialis yang sudah cukup mumpuni dan ada SDM profesional yang akan mengoperasikan alat-alat tersebut. Diharapkan tahun 2020 ini kita makin lincah, apalagi Pemko makin memperhatikan rumah sakit kita ini," tutur Suryadi didampingi sejumlah pejabat RS Pirngadi.

Guna meningkatkan kunjungan pasien ke rumah sakit kelas B tersebut, pihaknya sudah berkunjung ke rumah sakit swasta seperti Sibolga, Kisaran, Langkat, Deliserdang hingga Aceh. "Itu salah satu cara kita menambah pasien, minimal kita sosialisasi kalau kami itu mampu melayani masyarakat karena punya alat dan tenaga SDM yang mumpuni," tambahnya. (M17/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru