Medan (SIB)
Akibat hujan deras disertai angin kencang dan petir, Selasa (28/1) malam hingga Rabu (29/1) pagi, sejumlah kawasan di Medan dan Deliserdang terendam banjir.
Pantauan wartawan pada Selasa malam hingga Rabu siang, dampak turunnya hujan hingga berjam-jam, sejumlah jalan dan pemukiman penduduk digenangi air di antaranya Jalan Pelikan, Jalan Kiwi, Jalan Kenari, Jalan Rajawali, Jalan Walet dan Jalan Merpati Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.
Sejumlah warga yang diwawancarai mengungkapkan jika lokasi tempat mereka tinggal merupakan langganan banjir, dan ketinggian air mencapai 30-40 Cm. Selain menggenangi jalan, air hujan masuk ke rumah-rumah warga. Banyak perabotan dan barang elektronik milik warga rusak akibat terkena air.
Banyak anak-anak tidak bersekolah akibat seragamnya basah. Warga membeberkan seringnya terjadi banjir akibat buruknya drainase di Perumnas Mandala dan belum ada perhatian dari pemerintah setempat.
Banjir juga terjadi di Jalan Mandala By Pass (Jalan Pukat1, Pukat 2 dan Pukat 3), Kecamatan Medan Tembung. Banyak kendaraan roda 2 dan 4 yang melintas di lokasi mengalami mogok.
Banjir juga terjadi di Jalan Pancing II, Kecamatan Medan Tembung. Selain menggenangi jalan, ketinggian air yang mencapai 30-50 Cm itu juga menggenangi rumah-rumah warga. Warga menuding penyebab banjir akibat buruknya drainase yang tak mampu menampung debit air hujan. Hingga Rabu siang warga masih menguras air yang masuk ke dalam rumah.
Warga juga sangat berharap perhatian pemerintah setempat untuk memperbaiki drainase, agar lokasi tidak dijuluki sebagai langganan banjir.
Sepinggang
Sementara itu di Komplek Perumahan Griya Martubung Kecamatan Medan Labuhan ratusan rumah penduduk terendam.
Anggota DPRD Medan, Sudari ST yang turun ke lokasi kepada wartawan menyebutkan, penyebab utama banjir dengan ketinggian sepinggang orang dewasa ini, selain curah hujan yang cukup tinggi, juga buruknya drainase dan tata kelola lingkungan.
Memang hujan terjadi di sana, namun banjir yang datang membuat airnya kehitam-hitaman. “Diduga air bercampur dengan limbah industri, mengingat daerah tersebut merupakan area industri,†ujarnya.
Melihat itu, ia berharap Pemko bisa mengatasi banjir di Kota Medan, terutama kawasan Kelurahan Tangkahan dan Kelurahan Besar yang sangat rawan banjir.
Politisi PAN ini memberikan masukan, agar Pemko melakukan kerjasama atau menggandeng PT KIM mencari jalan keluarnya, sehingga tidak terjadi lagi banjir.
“Belasan tahun permasalahan banjir di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan tak kunjung selesai. Bahkan banjir yang selalu membawa limbah ke pemukiman warga menjadi momok yang menakutkan,†ujarnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD itu menyebutkan, seringnya banjir diduga karena debit aliran sunga/parit pada beberapa titik sepanjang DAS itu sempit. Selain itu, kurangnya jaringan drainase juga menjadi penyebab terjadinya banjir.
Sudari juga mengimbau masyarakat agar selalu membersihkan drainase di sekitar rumah dan tidak membuang sampah sembarangan ke dalamnya.
Jalinsum Tergenang
Di bagian lain Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya antara Jembatan Layang - Simpang Permina, tergenang banjir akibat hujan deras di Desa Tanjungmorawa A, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Rabu (29/1) pagi. Akibatnya arus lalu lintas (lalin) tersendat, bahkan ada kendaraan roda dua yang mogok saat melalui Jalinsum tersebut.
Amatan SIB di lokasi, Jalinsum tersebut dua arah yaitu ruas Lubukpakam-Medan dan Medan-Lubukpakam dengan dibatasi pembatas jalan. Jalinsum yang tergenang yaitu ruas Lubukpakam-Medan, sementara ruas sebaliknya tidak tergenang. Genangan dengan ketinggian antara 5-35 centimeter dan panjang genangan kurang lebih 50 meter.
30 RUMAH TERENDAM
Informasi lain juga diperoleh, banjir juga menggenangi sekitar 30 rumah di Jalan Karya Darma, Kebun Sayur, Desa Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa. Diduga penyebab terjadi banjir setinggi 1 meter lebih tersebut karena drainase yang tidak berfungsi baik. Terlihat petugas kepolisian mengevakuasi korban dan barang-barang perabotan dengan menggunakan perahu karet.
Camat Tanjungmorawa, Marianto Irawadi yang juga ikut meninjau banjir mengatakan genangan yang terjadi di Jalinsum akan dilaporkan pihaknya ke Balai Jalan Nasional. Ia berharap agar jalur drainase dapat ditinjau kembali agar hal serupa tidak terjadi di kemudian hari.
Sementara di Kebun Sayur, bekas Camat Bangunpurba itu menuturkan pihaknya sudah mendirikan posko darurat. Bahkan sudah memberi bantuan pangan dan lainnya. Persoalan itu katanya juga akan dilaporkan ke Pemkab Deliserdang.
Wabup Deliserdang HMA Yusuf Siregar meninjau lokasi banjir di Tanjungmorawa B. Wabup terlihat didampingi Kadis Perkim Heri Lubis, Camat Marianto Irawadi dan beberapa pejabat lainnya.
Medan Utara
Banjir juga merendam ruas dan badan jalan, diantaranya, Jalan KL Yos Sudarso, Medan Labuhan, Jalan Titi Pahlawan, Medan Marelan, Jalan Raya Marelan, Jalan Kapten Rahmad Buddin.
Kondisi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas mengalami gangguan, bahkan pada Rabu pagi di Jalan Marelan Raya, kawasan Pasar 3, Pasar 4 hingga Pasar 5, terjadi antrian panjang berbagai jenis kendaraan bermotor, akibat cukup tingginya genangan air yang merendam ruas dan badan jalan tersebut.
Banjir juga merendam sejumlah sekolah swasta di Medan Labuhan dan Medan Marelan, sehingga pihak pengelola sekolah terpaksa meliburkan para anak didiknya.
Sementara itu, akibat buruknya drainase, banyak atau ratusan rumah warga di Kecamatan Medan Marelan, Medan Deli dan Medan Labuhan juga terendam dan dimasuki air.
Pantauan wartawan banjir atau genangan air terparah terjadi di kawasan Martubung, Jalan Asam, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, kawasan Titipapan sekitarnya, Kecamatan Medan Marelan.
Sedangkan, di Medan Marelan, genangan air terparah, sempat terjadi di kawasan Pasar 1, Pasar 3, Pasar 4 serta di Limgkungan 13, Kelurahan Terjun.
Selain itu, banjir juga merendam sejumlah areal pertanian di Kecamatan Medan Marelan dan Medan Labuhan. (M16/M13/T05/M07/c)