Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Takut Virus Corona, Penumpang di Bandara Kualanamu Banyak Gunakan Masker

Redaksi - Jumat, 31 Januari 2020 20:21 WIB
628 view
Takut Virus Corona, Penumpang di Bandara Kualanamu Banyak Gunakan Masker
Foto SIB/Petrus Sembiring
MASKER: Para calon penumpang, Kamis (30/1), tampak pakai masker sedang check-in tiket di konter maskapai Silk Air di keberangkatan penumpang Bandara Kualanamu. 
Kualanamu (SIB)
Penumpang di Kualanamu International Airport (KNIA) Deliserdang, baik bepergian maupun yang datang, kini banyak melindungi diri menggunakan masker, karena diduga takut tertular wabah virus corona yang mematikan itu.

Pantauan wartawan SIB, Kamis (30/1), calon penumpang rute internasional seperti Medan-Singapura, Medan-Penang dan Medan-Kualalumpur Malaysia lebih banyak memakai masker ketimbang penumpang domestik seperti Medan-Jakarta.

Para petugas konter check-in tiket termasuk petugas security maskapai Air Asia di area keberangkatan penumpang Bandara Kualanamu tampak tetap memakai "masker". Namun petugas konter check-in SilkAir tak memakai masker.

Sedangkan karyawan PT Angkasa Pura II yang melayani penumpang di Bandara Kualanamu dianjurkan memakai masker untuk melindungi wabah virus mematikan itu.

"Iya, kami dianjurkan petinggi di PT Angkasa Pura I Kualanamu memakai masker dalam melayani penumpang," papar dua petugas informasi keberangkaran penumpang Bandara kepada SIB.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesahatan Pelabuhan (KKP) klas I Bandara Kualanamu dr Sofyan menyatakan, pihaknya belum menemukan virus corona masuk ke Sumut melalui bandara pengganti Polonia Medan.
"Iya, sejauh ini KKP klas I Bandara Kualanamu belum ada menemukan penumpang yang tertular virus corona," papar dr Sofyan kepada SIB, Rabu (29/1) petang.

Disebutkannya, wabah virus corona dari China itu tak menular menyerang warga Sumut karena penerbangan langsung dari China ke Bandara Kualanamu belum ada. Sedangkan penerbangan Hongkong-Medan yang selama ini dilayani maskapai Cathay Dragon sudah lama dihentikan. (M22/q)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru