Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

FHI Ulosi Plt Wali Kota Medan karena Peduli Nasib Guru dan Gadik Honor

Redaksi - Rabu, 26 Februari 2020 10:42 WIB
106 view
FHI Ulosi Plt Wali Kota Medan karena Peduli Nasib Guru dan Gadik Honor
SIB/Dok
ULOSI : Ketua FHI Sumut Andi Surbakti dan Ketua FHI Kota Medan Fahrul Lubis mengulosi Plt Wali Kota Medan H Akhyar Nasution saat beraudiensi di Balai Kota Medan, Senin (24/2).
Medan (SIB)
Pengurus Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan mengulosi Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi, sebagai bentuk apresiasi dan terimakasih karena dinilai peduli dengan nasib guru dan tenaga kerja honor. Diketahui, pencairan dana insentif guru dan tenaga pendidikan honor di Kota Medan dapat terealisasi berkat kebijakan serta dukungan penuh Akhyar.

Pengulosan dilakukan Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Sumut Andi Surbakti didampingi Ketua FHI Kota Medan Fahrul Lubis saat beraudiensi di Balai Kota Medan, Selasa (25/2). Kepada Akhyar, FHI berharap agar Pemko Medan senantiasa memperhatikan seluruh nasib guru dan tenaga pendidikan honor di Kota Medan.

“Mewakili seluruh guru dan tenaga pendidikan honorer di Kota Medan, kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Plt Wali Kota Medan atas kebijakan dan dukungannya. Dalam sebulan, sekira 2500 guru dan tenaga pendidikan honor telah mendapat dana insentif dari Pemko Medan. Dana insentif ini sangat berharga sekali bagi kami,” kata Andi.

Terkait kondisi saat ini, ungkapnya, para guru dan tenaga pendidikan tidak hanya sebagai pendamping guru yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), tetapi sudah mengajar langsung. Terkait itu, diharapkan kesejahteraan para guru dan tenaga pendidikan honor dapat ditingkatkan lagi.

Dalam pertemuan itu, Andi juga meminta Akhyar untuk menyelesaikan persoalan SK guru dan tenaga pendidikan. Sebab sejak tahun 2018, mereka tidak lagi mendapatkan SK dari Dinas Pendidikan Kota Medan. Padahal keberadaan SK sangat penting, terutama dalam mendapatkan 50 persen dari dana BOS yang diisyaratkan Peraturan Menteri Pendidikan untuk membayar gaji guru honor.

Di samping itu, tambahnya, para guru dan tenaga pendidikan honor juga melihat keseriusan Akhyar dalam membenahi Kota Medan. Karena itu, lanjutnya, FHI mendukung penuh program-program yang dilaksanakan Akhyar bersama seluruh jajaran Pemko guna memajukan Kota Medan.

"Kami juga mengundang Plt Wali Kota membuka sekaligus menjadi keynote speaker tunggal dalam acara dialog yang akan digelar FHI. Dialog ini akan membahas berbagai hal, termasuk soal posisi dan peran guru honor dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama di Kota Medan,” ungkapnya.

Selain berterimakasih atas pengulosan terhadap dirinya, Akhyar menegaskan Pemko senantiasa memerhatikan kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan honor di Kota Medan. Mengenai SK yang tak diterbitkan, Akhyar akan meminta Dinas Pendidikan Kota Medan segera menyelesaikannya.

“Saya minta Dinas Pendidikan Kota Medan berkoordinasi dengan FHI, teliti dan tindaklanjuti sehingga SK itu dapat dikeluarkan,” tegasnya sembari menyatakan kesiapannya menjadi keynote speaker. (M15/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru