DPC PDIP Batubara Peringati 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Semangat Perjuangan Demokrasi
Batubara(harianSIB.com)DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Batubara memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli dengan menggelar kegiatan refle
Medan (harianSIB.com)
Center for Analysis and Applying Geospatial Information (CENAGO) Institut Teknologi Bandung merampungkan kajian forensik atas banjir besar yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada akhir 2025.
Hasil penelitian menyimpulkan bencana tersebut dipicu curah hujan sangat ekstrem akibat fenomena Siklon Tropis Senyar, yang melampaui standar mitigasi banjir nasional.
Kajian dilakukan melalui analisis presipitasi ekstrem, karakteristik hidrologi tiga daerah aliran sungai (DAS Badiri, Garoga, dan Batang Toru), perubahan tutupan lahan, serta simulasi hidrologi-hidrolika.
CENAGO menilai sistem pengendalian banjir yang ada memang tidak dirancang menghadapi kejadian dengan skala sebesar itu.
Baca Juga:
Koordinator Tim Riset CENAGO, Heri Andreas, menjelaskan bahwa hasil analisis tutupan lahan menunjukkan kontribusi alih fungsi lahan oleh tiga korporasi relatif kecil dibandingkan faktor cuaca ekstrem. PT AR tercatat sekitar 1,6 persen, PT TBS 0,4 persen, dan PT NSHE 0,02 persen dari total luas DAS yang dianalisis.
"Jika secara kuantitatif kontribusi perubahan tutupan lahan yang dituduhkan relatif kecil, maka penetapan pertanggungjawaban mutlak (strict liability) terhadap pihak tertentu perlu ditinjau kembali demi objektivitas," ujar Heri dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).
Dalam proses kajian, CENAGO tidak hanya mengandalkan identifikasi dan digitasi citra satelit resolusi tinggi. Tim juga memadukan data presipitasi dari BMKG dan NOAA Amerika Serikat, pendefinisian DAS dan sub-DAS, digital elevation model (DEM), serta parameter standar hidrologi-hidrolika.
Analisis menunjukkan curah hujan pada akhir November 2025 mencapai 150–300 milimeter per hari hingga lebih dari 300 milimeter per hari. Berdasarkan model probabilitas, peristiwa tersebut masuk kategori R700 hingga R1000, atau siklus ulang 700 sampai 1.000 tahun, jauh di atas standar mitigasi banjir yang umumnya dirancang pada level R50.
Hasil kajian ini dipaparkan dalam Focus Group Discussion bertajuk "Memahami Root Cause Banjir Sumatera 2025 untuk Rekonsiliasi Konklusi Berbasis Keilmuan" yang digelar pada 18 Februari 2026 di Jakarta. Forum tersebut dihadiri perwakilan kementerian, lembaga, serta organisasi profesi.
Dalam diskusi itu, perwakilan BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Senyar memicu hujan ekstrem di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kombinasi hujan intensitas tinggi dan longsor kemudian menyebabkan banjir bandang, termasuk di Desa Garoga, Tapanuli Selatan.
Akademisi ITB dari Kelompok Keahlian Geologi, Dr Ahmad Imam Sadisun, menyebut longsor banyak terjadi pada zona Toba Tuff dengan kemiringan sangat curam di hulu DAS Garoga dan kawasan hutan lindung. Secara geomorfologi, lokasi tambang PT AR berada di sub-DAS berbeda dan jauh dari Desa Garoga, sedangkan PT TBS disebut berada di luar DAS Garoga.
Melalui simulasi hidrologi-hidrolika dengan berbagai skenario, CENAGO mencatat kontribusi PT AR terhadap banjir sebesar 0,32 persen dengan tambahan runoff 0,71 persen. PT NSHE tercatat 0,05 persen dan 0,01 persen, sementara PT TBS berkontribusi 1,7 persen atau tambahan runoff sekitar 0,06 persen. CENAGO menegaskan pentingnya penggunaan data geospasial presisi tinggi agar kesimpulan penyebab bencana disusun secara objektif, terukur, dan proporsional.
"Masih ada pekerjaan rumah sangat besar, yaitu penggunaan data dan informasi, seperti data geoscience, bagi penelaahan dan pengambilan keputusan berbagai masalah," kata Heri.
CENAGO merupakan pusat riset di ITB yang berfokus pada analisis dan penerapan informasi geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, termasuk kajian forensik kebencanaan. Lembaga ini bermitra dengan pengelola lebih dari 150 satelit, termasuk citra resolusi tinggi hingga 30 sentimeter (super resolution 15 sentimeter), stereo satellite imaging, serta satelit radar (SARS) untuk mempercepat penyelenggaraan informasi geospasial secara signifikan. (*)
Batubara(harianSIB.com)DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Batubara memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli dengan menggelar kegiatan refle
Jakarta (harianSIB.com)Polda Metro Jaya menangkap delapan orang sindikat buzzer pembuat konten berita bohong melalui media sosial. Beraksi s
Jakarta (harianSIB.com)Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Penyidik (Tim 9 jaksa penyidik) telah melakukan pemanggilan terhadap 9 orang s
Medan(harianSIB.com)Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Irham Buana Nasution SH MHum, menegaskan polemik mengenai syarat kuorum dalam
Medan(harianSIB.com)Ahli Hukum Persaingan Usaha sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Dr Ningrum Natasy
Medan(harianSIB.com)PT PGN (Persero) Tbk hingga Senin (27/7/2026) belum memberikan penjelasan lanjutan terkait dugaan ledakan yang terjadi d
Medan(harianSIB.com)Kemacetan di Jalan Letda Sujono ke arah tol semakin parah. Bila menjelang petang hingga malam, macet semakin menjadi. Wa
Medan(harianSIB.com)Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) melalui Seksi Penerangan hukum kembali menggelar penyuluhan hukum pada Se
Medan(harianSIB.com)Tahun 2026 menjadi momen penuh syukur dan kebanggaan bagi keluarga almarhum Drs Eddy M Bukit (mantan wartawan SIB) dan D
Karo(harianSIB.com)Anggota DPR RI Komisi II, Bob Andika Mamana Sitepu menghadiri peringatan 30 tahun peristiwa kelam Kudatuli yang diselengg
Medan(harianSIB.com)DPD PDI Perjuangan Sumut memperingati 30 tahun Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), untuk mengenang kembali tra
Rantauprapat(harianSIB.com)Suasana haru mewarnai apel pagi aparatur sipil negara jajaran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di Lapangan Balai