Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Kuasa Hukum Pelapor Gubernur ke KPK, Hamdani Harahap Meninggal

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 14:25 WIB
269 view
Kuasa Hukum Pelapor Gubernur ke KPK, Hamdani Harahap Meninggal
medan.tribunnews.com
Pengacara kondang Kota Medan, Hamdani Harahap mengembuskan nafas di Rumah Sakit Haji, Medan, Sabtu (29/2), sekira pukul 20.00 WIB. Jenazah lalu disemayamkan di rumah duka, Komplek Veteran, Deliserdang. 
Medan (SIB)
Pengacara kondang Kota Medan, Hamdani Harahap mengembuskan nafas di Rumah Sakit Haji, Medan, Sabtu (29/2), sekira pukul 20.00 WIB. Jenazah lalu disemayamkan di rumah duka, Komplek Veteran, Deliserdang.

Seorang pengacara, Sastra mengaku terkejut mendengar kabar wafatnya pengacara senior di Kota Medan ini. Apalagi, mereka sempat berkomunikasi. Bahkan, selama 20 tahun bersahabat, Hamdani Harahap tidak pernah mengeluhkan penyakit.

"Iya benar, abangda kita Hamdani Harahap meninggal dunia. Saya dapat kabar pukul 20.30 WIB. Terkejut karena beberapa hari lalu kami berkomunikasi. Saya tidak tahu penyakit yang dideritanya sebab selama ini baik-baik saja," ujarnya saat memberikan keterangan lewat ponsel.

Ia menambahkan, proses pemakaman dilakukan pada Minggu (1/3). Ia berharap, keluarga tabah serta mengikhlaskan kepergian pengacara yang dikenal memperjuangkan rakyat kecil tersebut.

"Kita sama sama mendoakan dan pihak keluarga harus kuat dan tabah," katanya.
Hamdani Harahap merupakan pengacara senior yang kerap membuat heboh masyarakat Kota Medan. Bahkan, baru-baru ini, ia menjadi kuasa hukum pelapor Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap Surat Perintah Pembayaran (SPP) lahan eks HGU PTPN-II.

Sebelumnya, ia juga pernah menuntut Pemerintah Kota Medan tentang pemberian izin mega proyek Podomoro yang tidak sesuai aturan. Tidak hanya itu, ia juga sebagai pengacara para dekan USU yang diberhentikan Rektor USU beberapa tahun lalu.
Ia juga tercatat sebagai kuasa hukum BKOW Sumut saat melawan Yayasan Gedung Wanita Indonesia Wisma Kartini yang ingin menguasai aset negara yakni Pemko Medan. Berkat kegigihannya, aset itu kini kembali dikuasai organisasi wanita. (tribun-medan.com/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru