Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Masyarakat Panik Sikapi Isu Corona Akibat Banyak Informasi Bohong dan Hoax di Medsos

Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 12:00 WIB
252 view
Masyarakat Panik Sikapi Isu Corona Akibat Banyak Informasi Bohong dan Hoax di Medsos
Foto: SIB/Dok
Alwi Mujahit Hasibuan
Medan (SIB)
Kepanikan yang terjadi menyikapi isu wabah virus corona atau Covid-19 dianggap akibat masyarakat menjadikan media sosial sebagai rujukan informasi. Maraknya informasi bohong atau hoaks tentang Covid-19 telah mewabah di Indonesia termasuk Sumatera Utara, juga memicu panic buying di tengah-tengah masyarakat.

"Ini memang susahnya kita sekarang, masyarakat rujukannya Medsos. Agak berat menangani corona ini ketimbang flu burung lalu, akibat informasi yang tidak benar dari Medsos yang diserap masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, Kamis (5/3).

Bahkan ungkap dia, wabah MERS dan SARS lebih berat daripada Covid-19. Sebab, Covid-19 menurut informasi yang diperoleh, tingkat penanggulangan dan kesembuhan orang yang terjangkit lebih tinggi ketimbang MERS dan SARS.

"Saya tidak mengerti pola pikir orang-orang dalam bermedsos ini, banyak informasi yang aneh-aneh berserak di medsos dan masyarakat kita justru memercayainya," ucap Hasibuan.

Alhasil sambung Alwi, kondisi ini menjadikan masyarakat resah dan mati ketakutan dalam menyikapi penyebaran wabah Covid-19. Padahal lagi-lagi ia menekankan, meski dari segi keganasan sebenarnya virus corona lebih rendah dibandingkan MERS, SARS dan flu burung.

"Saya ingat ketika flu burung lalu, sebenarnya lebih berat penanganannya dan tingkat kematian orang-orang yang terjangkit juga tinggi. Tapi karena zaman sekarang masyarakat kita lebih percaya Medsos, kepanikan luar biasa terjadi dan kondisinya semakin sulit dikendalikan," katanya.

Pemprov Sumut, kata Kadis sudah gencar menyosialisasikan pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Masyarakat diedukasi agar memahami gejala klinis tentang corona antara lain demam, batuk, pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu.

Sedangkan untuk aspek pencegahan, masyarakat diminta sering cuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang, perbanyak makan sayur dan buah, hati-hati kontak dengan hewan, rajin olahraga dan istirahat cukup, jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak, serta bila batuk, pilek dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Tak hanya itu, kata dia, Pemprov Sumut juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang, jangan resah dan tidak panik serta tidak menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Masyarakat diminta untuk tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat serta tetap menjaga stamina agar daya tahan tubuh terjaga.

Dia mengingatkan jika ada gejala demam lebih dari 38 derajat celcius dan gejala-gejala yang telah disebutkan segeralah menemui petugas kesehatan untuk diperiksa.

Dia menyatakan, saat ini selain RSUP HAM ada beberapa rumah sakit telah ditetapkan Kementerian Kesehatan menjadi alternatif terkait persoalan korona ini. Di antaranya RSU Kabanjahe, RSU Pematangsiantar, RSU Tarutung dan RSU Padangsidimpuan. Diharapkan nantinya tidak hanya RSUP HAM yang menjadi rujukan pasien suspect corona. Artinya, seluruh rumah sakit pemerintah dapat menjadi rujukan.

“Selain dari 5 rumah sakit yang sudah siap ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, ada sejumlah rumah sakit yang menyatakan juga siap yaitu RS USU, RS Bhayangkara Medan, RSU Haji dan RSU Lubukpakam. Hal ini untuk mengantisipasi jika 5 rumah sakit tersebut kamar pasiennya penuh,” sebut dia. (M11/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru