Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 April 2026
Korupsi di Sumut Sudah “Merah Darah”

KAD Sumut Ajak Kaum Milenial Jadi Influencer Suarakan Antikorupsi

Redaksi - Senin, 19 Oktober 2020 19:23 WIB
348 view
KAD Sumut Ajak Kaum Milenial Jadi Influencer Suarakan Antikorupsi
Foto SIB/Dok Humas KAD Sumut
FOTO BERSAMA: Pengurus KAD Sumut foto bersama para pengusaha dan kaum milenial, pada talkshow antikorupsi, Jumat (16/10) Jalan Saudara, Medan.
Medan (SIB)
Komite Advokasi Daerah (KAD) Antikorupsi Sumatera Utara melakukan talkshow antikorupsi mengundang kaum milenial dan pengusaha, Jumat (16/10) di Kafe Dante Jalan Saudara, Medan. Pada pertemuan itu, KAD mengajak kaum milenial ikut menyampaikan pesan-pesan antikorupsi pencegahan korupsi, minimal mereka menerapkan pada diri sendiri.

Ketua KAD Sumut Santri Sinaga mengatakan, hadir sejumlah tokoh masyarakat, pengusaha, seperti Sanggam SH Bakara, TM Pardede, Kabid Pembinaan Dinas Pendidikan Prov Sumut Sugiono, Kabid Perencanaan Dinas PU Bina Marga Prov Sumut Iswahyudi, pimpinan PT Lampatar Ir Romein Manalu, Dirut PT Tulung Agung Lambok Damanik. Dari unsur milenial tampak hadir: Danile Tobing, Herina Ginting, Hansen, pemantik diskusi Excel Korua Tobing, Donny Butarbutar dan lainnya.

“Sasaran kami adalah khalayak ramai, makanya kami buat juga ke youtube, sebentar saja sudah 300 orang yang komen. KAD menyuarakan antikorupsi ini dari segala sisi. Korupsi di Sumut sangat mengkhawatirkan, sudah “merah darah”, tugas kami adalah pencegahan, bukan penindakan. Kami tidak hanya ke kantor-kantor, tapi dari warung sampai ke kafe-kafe untuk menyuarakan antikorupsi ini,” kata Santi Sinaga kepada wartawan.

Menyuarakan antikorupsi, menurut Santri, sangat efektif kepada kaum milenial. Tapi pada usia yang tidak terlalu dini, misalnya mahasiswa dan yang baru tamat kuliah. Sehingga dari kafe dan warung mucul relawan-relawan antikorupsi dan dari acara talkshow itu sudah muncul 2 orang relawan untuk membuat pesan-pesan di grup WA, FB, Instagram, Line dan lainnya.

Kepala Bidang Pendidikan Pencegahan Korupsi KAD Prof Indrawan berharap, sosialisasi KAD menyentuh seluruh lapisan masyarakat sampai ke dunia perguruan tinggi. Sehingga diharapkan, masyarakat dapat menurunkan angka korupsi di Sumut.

Ketua Bidang Pengadaan Barang dan Jasa KAD Ir Erikson Tobing berharap masyarakat lebih menerima model pencegahan lewat sosialisasi ketimbang penindakan. Pihaknya melibatkan anak-anak muda sebagai influencer (memiliki pengaruh), sehingga kaum milenial jadi motor KAD untuk pencegahan korupsi di Sumut.

“Kami mencoba cara yang tidak terlalu teknis hukum, tapi lebih pada pendekatan kultural, karakter mereka dulu dibangun. Itulah strategi KAD, karena akan jauh lebih bernilai kalau anak-anak muda mengingatkan orangtua. Mudah-mudahan para generasi muda sekarang tidak menjadi pelaku korupsi di masa akan datang,” terang Erikson. (M10/a)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru