Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Warga Resah Akibat Pencemaran Limbah Septic Tank di Desa Lubuk Kertang Langkat

Redaksi - Senin, 26 Oktober 2020 17:42 WIB
952 view
Warga Resah Akibat Pencemaran Limbah Septic Tank di Desa Lubuk Kertang Langkat
Foto SIB:Lesman Simamora
Limbah cair di seputaran tempat septic tank yang rusak membuat warga di Dusun I Janggus Desa Lubuk Kertang Langkat itu mengaku resah, foto direkam, Sabtu (24/10). 
Brandan Barat (SIB)
Pencemaran yang disebabkan limbah septic tank, membuat sejumlah warga di Dusun I Janggus Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Langkat resah.

Sejumlah septic tank yang dibangun terbuat dari bis (riol), kini sudah rusak alias bocor sehingga air limbah yang mengeluarkan bau busuk itu tergenang di seputaran septic tank, ujar warga sekitar yang ditemui SIB, Sabtu (24/10).

Bau busuk limbah semakin parah saat turun hujan. Air hujan bercampur limbah septic tank itu melimpah menggenangi infrastruktur jalan hingga sampai ke halaman rumah warga, ujar ibu rumah tangga (IRT), Suriyani, saat ditemui SIB.

Dari 50 lebih septic tank yang dibangun oleh pemerintah di pukiman relatif padat penduduk di kawasan sentra pertanian itu, kini sebagian rusak, bahkan mungkin juga pipa saluran limbah ada yang sudah pecah, ucapnya.

Aroma busuk itu sudah berlangsung satu tahun belakangan ini, tapi sejauh ini belum ada upaya perbaikan dari para pihak termasuk warga pengguna septic tank, ujar warga dengan nada kesal.

Untuk menanggulangi hal itu, diharapkan adanya perhatian para pihak terkait untuk segera memperbaiki septic tank yang rusak, sehingga masyarakat sekitar merasa nyaman, tidak seperti setahun belakangan ini, warga resah akibat pencemaran limbah tersebut.
Terpisah, Kepala Desa Lubuk Kertang, Zul Insan yang dikonfirmasi SIB di kediamannya, membenarkan adanya keluhan warga yang tinggal di seputaran bangunan septic tank tersebut.

Menurutnya, kerusakan septic tank, hingga mengeluarkan limbah, itu sebetulnya tanggung jawab warga pengguna untuk melakukan perawatan.

"Kita berharap adanya kesadaran dari 50-an kepala keluarga selaku pengguna mengingat akan pentingnya menjaga lingkungan di sekitar rumah tinggalnya agar terbebas dari pencemaran yang disebabkan limbah septik tank," katanya.

Sebelumnya, pihak Pemvropsu selaku penanggung jawab proyek telah bersosialisasi dengan warga pengguna, terkait penanggulangan biaya perawatan septic tank dan biaya listrik, ujarnya.

Seingat saya, lanjut, Zul, proyek septic tank sejumlah lebih kurang 53 titik itu dibangun oleh Pemvropsu pada tahun 2017 lalu. Dia berharap adanya kesadaran warga pengguna melakukan perawatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tersebut.(M25/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru