Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 08 April 2026

Terkait Sengketa Lahan, Seorang Petani Perempuan di Sergai Nekat Lakukan Aksi Bugil

Redaksi - Senin, 02 November 2020 19:48 WIB
641 view
Terkait Sengketa Lahan, Seorang Petani Perempuan di Sergai Nekat Lakukan Aksi Bugil
Foto Dok/Bolas Simbolon
GOTONG ROYONG : Puluhan petani yang tergabung dalam Poktan Yasu Mandiri saat bergotong-royong membersihkan benteng persawahan mereka usai ditanami bibit mangrove oleh Gapoktan Naga Jaya, Jumat (30/10), di Dusun IV Desa Nagakisar, Kecamatan Pantai
Sergai (SIB)
Seorang petani perempuan bernama Elisabeth Manik (52), warga Dusun IV Desa Naga-kisar, Kecamatan Pantaicermin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Yasu Mandiri nekat melakukan aksi telanjang (bugil), Kamis (29/10) lalu.

Peristiwa itu disebut-sebut sebagai bentuk protes dan merupakan buntut dari sengketa lahan antara Poktan Yasu Mandiri dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Naga Jaya. Kedua kelompok ini sudah terlibat konflik sejak tiga tahun terakhir.

"Saya tidak terima dengan tindakan mereka (Gapoktan Naga Jaya), lantaran lahan persawahan yang sudah kami kelola sejak 2006 ini, malah ditanami bibit mangrove oleh puluhan anggota Gapoktan Naga Jaya," ujar Elisabeth kepada SIB didampingi puluhan petani lainnya, Minggu (1/11), di Dusun IV Desa Nagakisar.

Lebih lanjut Elisabeth menyatakan, insiden luar biasa itu dilakukannya karena tersulut emosi melihat puluhan anggota Gapoktan Naga Jaya menanami bibit mangrove di lahan Poktan Yasu Mandiri seluas 20 hektare.

"Saat itu, saya sangat emosi. Emosi ku tak dapat ditahan lagi, sehingga aku langsung buka baju. Lahan ini kami kelola sudah belasan tahun. Dan baru kali ini ada upaya dari pihak luar yang ingin menyerobot," katanya.

Kemudian secara terpisah, Ketua Poktan Yasu Mandiri Bolas Simbolon saat diwawancarai wartawan menjelaskan, sejak tahun 2006 sudah ada seratusan petani yang mengelola lahan tersebut untuk dijadikan areal pertanian tanaman padi dan palawija.

"Lahan ini dulunya merupakan tambak udang milik PT Lubuk Naga. Namun, dikarenakan aktivitas pertambakan berhenti, areal ini disewakan kepada petani (Poktan Yasu Mandiri) melalui surat perjanjian kerjasama dengan pihak perusahaan," ungkapnya.

Tapi, lanjut Simbolon, pada tahun 2018 tiba-tiba muncul Gapoktan Naga Jaya yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut dan berencana akan menanami bibit pohon mangrove seluas 20 hektare, menggunakan dana APBN.

"Maka dari itu, kami berharap agar ke depannya Gapoktan Naga Jaya tidak melakukan aktivitas apapun di lahan sengketa seluas 375 hektare ini, sampai ada keputusan resmi dari pengadilan. Mengingat, proses hukumnya masih berlangsung di PN Seirampah," harapnya.

Sebagai info tambahan, aksi telanjang wanita paruh baya itu sempat direkam melalui kamera HP dan viral disejumlah grup Whatsapp (WA) dari berbagai kalangan. (T01/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru