Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Maret 2026

Jembatan Pertamina EP Berbiaya Belasan Miliar Rupiah di Desa Teluk Meku Langkat, Kualitasnya Diragukan

Redaksi - Kamis, 12 November 2020 19:22 WIB
724 view
Jembatan Pertamina EP Berbiaya Belasan Miliar Rupiah di Desa Teluk Meku Langkat, Kualitasnya Diragukan
Foto SIB/Lesman Simamora
TERBONGKAR: Permukaan perkerasan jalan sudah terbongkar di beberapa titik ruas jalan menuju pintu masuk jembatan yang baru dibangun milik PT Pertamina EP di Desa Teluk Meku Langkat, foto dipilih Selasa (10/11). 
Pangkalan Brandan (SIB)
Proyek pembangunan jembatan penyeberangan di atas Sungai SP/SK III Gebang yang menelan biaya belasan miliar rupiah milik PT Pertamina EP Aset I Pangkalansusu Field di Desa Teluk Meku Kecamatan Babalan Langkat, Sumatera Utara, kualitasnya diragukan.

Padahal, jembatan itu akan diperuntukkan sebagai sarana angkutan armada perusahaan "plat merah", sehingga akan dilalui kenderaan migas berbobot di atas 15 ton hingga 20 ton seperti truk intercooler yang mengangkut alat-alat pengeboran sumur migas ke daerah itu.

Keraguan disampaikan masyarakat setempat." Secara kasat mata kualiatas jembatan diragukan. Karenanya kita dorong pihak terkait untuk melakukan audit, agar dapat diketahui sudah sesuai dengan spek kontrak atau tidak," ucap Budi Syah Kurnia (47) kepada SIB di Pangkalan Brandan, Rabu (11/11).

Dia pun mendorong penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan untuk melakukan pengusutan terhadap dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek yang menghabiskan uang negara yang begitu besar. "Ia, kita minta pihak penegak hukum melakukan investigasi dan penyelidikan lapangan, " sambungnya.

Pasalnya, kata dia, TPT (tembok penahan tanah), dengan menggunakan material batu koral, itu terlihat dengan jelas bergelombang. “Bahkan di beberapa titik TPT itu dipoles dengan adukan semen untuk menutupi celah pasangan batu koral yang retak-retak, bahkan ditengarai besi H jembatan tidak rata,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, permukaan perkerasan jalan persis di pintu masuk jembatan yang baru dibangun, kini sudah terbongkar di beberapa titik, ditengarai akibat tergerus air hujan. “Padahal jembatan itu baru sekira satu bulan diserahterimakan oleh vendor pelaksana proyek ke pihak manajemen PT Pertamina EP,” terangnya.

Asisten Manajer PT Pertamina EP Aset I Pangkalansusu Field, Imam Rismanto, saat dihubungi SIB, Selasa (10/11) melalui selularnya mengatakan, jembatan tersebut sudah diserahterimakan pihak vendor selaku pelaksana proyek kepada manajemen PT Pertamina EP. "Ia benar jembatan sudah serah terima dan kini telah dioperasikan," ujarnya.

Jembatan disebut-sebut sudah serah terima dan telah dioperasikan, tapi tanda larangan masuk dengan garis pembatas jalan layaknya seperti police line masih terpasang persis di pintu masuk jalan menuju jembatan. "Ia jembatan itu sudah dioperasikan," kata Rismanto lagi.

Disinggung, kenapa masih terpasang garis pembatas, kalau jembatan sudah dioperasikan, lagi-lagi Rismanto menjawab, jembatan sudah serah terima, dan kini jembatan sudah digunakan.

Meski foto-foto pembatas jalan telah di CC- kan SIB lewat WhatsApp-nya, namun dia tetap saja mengatakan bahwa jembatan sudah dioperasikan."Ia , kemarin armada Pertamina EP Pangkalansusu sudah melintasi jembatan tersebut," ucapnya lagi.

Menurut catatan SIB, pembangunan jembatan konstruksi baja/beton yang dikerjakan pihak vendor itu sempat beberapa kali tersendat, bahkan pernah terjadi selama tiga bulan sama sekali tidak ada kegiatan di lapangan yang mengakibatkan kerangka besi rotan jembatan terbalut karat tebal sehingga patut dicurigai ada yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek itu. (M25/a)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru